Dr. Elda Putri Rahardini
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Dalam hitungan hari setelah komentar nirempatinya viral di Threads, nasib pendidikan spesialis Elda Putri Rahardini sudah berubah drastis. Dokter muda penerima beasiswa LPDP dan MEXT Jepang, alumnus FK-KMK UGM dengan predikat cumlaude yang sedang menempuh PPDS Ilmu Penyakit Dalam UGM itu, kini menghadapi dua sanksi sekaligus dari dua institusi berbeda.
RSUP Dr. Sardjito bergerak lebih dulu. Rumah sakit rujukan nasional itu menghentikan seluruh kegiatan stase atau praktik klinis Elda di fasilitas mereka terhitung Kamis (6/8/2026) dan mengembalikannya ke UGM. Manajer Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan menjelaskan bahwa kewenangan Sardjito hanya sampai menghentikan stase, keputusan tentang status pendidikan sepenuhnya ada di tangan UGM.
UGM tidak lama kemudian mengambil keputusannya sendiri. Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana mengonfirmasi bahwa Elda resmi dinonaktifkan dari kepesertaan PPDS FK-KMK UGM selama tiga bulan untuk menjalani proses pemeriksaan etik dan akademik.
“Yang bersangkutan dinonaktifkan selama 3 bulan untuk menjalani proses dengan semestinya. Kita akan lihat hasil prosesnya,” kata Arsana, Jumat (7/8/2026).
Sanksi tiga bulan ini bukan putusan akhir. Tim Pendidikan Bermartabat FK-KMK UGM bersama RSUP Sardjito masih menjalankan investigasi mendalam. Apakah akan ada sanksi etik atau akademik tambahan setelah investigasi selesai, masih akan ditentukan berdasarkan hasilnya.
Pangkal persoalan bermula pada 22 Juli 2026, ketika akun Threads @yurizaltrich milik Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhan singkat: menunggu 8 jam di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk mendapatkan ruang High Care Unit karena kondisi penyakitnya yang serius, dan memilih tidak menyebut nama RS karena menggunakan BPJS. Akun @erudarahaadini yang dikaitkan dengan Elda merespons dengan komentar:
“PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? Haven’t some brain cells.” Yurizal meninggal sembilan hari kemudian pada 31 Juli 2026. Keluarganya mengungkapkan bahwa Yurizal sempat membaca komentar-komentar sinis itu, menangis, dan kondisinya drop sebelum akhirnya tutup usia.
Elda sudah meminta maaf secara terbuka. Tapi keluarga Yurizal menyatakan hingga Jumat malam (7/8/2026), belum ada satu pun dari para dokter dan tenaga kesehatan yang berkomentar nirempati itu yang datang langsung menemui mereka untuk meminta maaf secara personal.









Komentar