Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Survei Poltracking Indonesia menyebut elektabilitas Partai Gerindra periode 14 sampai 20 Agustus 2026 sebesar 23,2 persen, disusul PDI-Perjuangan, hingga Partai Golkar.
“Partai Gerinda dengan elektabilitas 23,2 persen masih unggul dibandingkan partai-partai lainnya,” kata Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, yang disiarkan secara daring di Poltracking TV, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, elektabilitas PDI-P menyentuh angka 11,6 persen. Disusul Partai Golkar yang berada di angka 10,4 persen.
“Ini merupakan tiga partai politik teratas pada pengukuran periode survei kita, Gerindra, PDI-P, dan Golkar,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, dua partai politik tercatat memiliki elektabilitas 6 persen yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yaitu 6,2 persen, dan Partai Demokrat sebesar 6,1 persen.
Partai Amanat Nasional (PAN) meraup elektabilitas 3,4 persen dari responden survei ini.
Di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 3,3 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,9 persen. Lalu, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, dan Partai Hanura 0,3 persen.
Selanjutnya, sebanyak 6 partai politik dengan elektabilitas 0,1 persen yaitu, Partai Umat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Garuda, PKN, dan Partai Gelora.
Metodologi survei Survei ini dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka dengan responden terpilih pada survei Poltracking di Agustus ini.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih







Komentar