Hubungan Dekat Dasco Bersama Presiden Prabowo Lahirkan Kebijakan Pro Rakyat

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan keterangan di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 17 Juni 2025.

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Dasco dianggap mampu melakukan koordinasi dan pendekatan komunikasi antarkementerian maupun lembaga pemerintahan dalam menyelesaikan isu-isu yang sensitif.

Harmonisnya hubungan Pimpinan  Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi modal dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang lebih sesuai dengan aspirasi dan keinginan rakyat.

Hubungan yang baik antara keduanya bisa menjadi pembuka kebuntuan-kebuntuan komunikasi antarlembaga politik di Indonesia.

Kedekatan Dasco dengan Presiden kerap berhasil melahirkan kebijakan yang lebih sesuai dengan aspirasi rakyat.

Kepekaan pada aspirasi rakyat dan hubungan yang baik dengan Presiden dapat jadi modal untuk melabrak kebuntuan.”

Sebagai orang dekat Presiden Prabowo, Ketua Harian Partai Gerindra tersebut menjadi pemecah masalah sekaligus penyambung aspirasi publik yang tersendat.

Di sisi lain, Dasco juga dianggap mampu melakukan koordinasi dan pendekatan komunikasi antar kementerian maupun lembaga pemerintahan dalam menyelesaikan isu-isu yang sensitif.

Belum lama ini, Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 300.2.2-2138 Tahun 2025, yang memasukkan empat pulau di Aceh ke wilayah administrasi Sumatera Utara, memicu kegaduhan publik. Koordinasi maupun komunikasi antara kementerian/Lembaga pemerintah dengan aspirasi publik seperti macet.

Di sisi lain, hal ini menunjukkan adanya inkoordinasi dari menteri sebagai bawahan presiden dalam memutuskan sesuatu hal yang sensitif. Hal ini menunjukkan komunikasi antara menteri dan presiden yang kurang baik.

Sadar akan mampetnya jalur komunikasi tersebut, Dasco berusaha menjembatani kepentingan publik dan pemerintah, khususnya saat kebijakan kementerian menuai sorotan. Dengan sigap Dasco menyatakan bahwa persoalan tersebut akan diambil alih langsung oleh Presiden Prabowo.

Tak lama kemudian, berlangsung rapat terbatas secara daring yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dari Rusia. Rapat itu diikuti Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Dasco.

Hasil rapat memutuskan, keputusan Mendagri yang memasukkan empat pulau di Aceh ke wilayah administrasi Sumatera Utara dibatalkan. Presiden Prabowo menyatakan empat pulau tersebut tetap masuk wilayah Provinsi Aceh.

Bila merujuk pada ujung sengketa empat pulau tersebut, keberadaan Dasco sebagai penengah merupakan hal yang positif.

Dasco dinilai mampu berperan sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan suara rakyat, khususnya rakyat Aceh, yang ingin mempertahankan empat pulau tersebut dalam wilayahnya. Kemampuan Dasco lahir dari jam terbang dia sebagai politisi senior di kancah nasional.

Selain kaya pengalaman, Dasco juga memiliki kepekaan dalam melihat persoalan secara mendalam.

Tentu jam terbang akan banyak berpengaruh dalam bidang apa pun. Pada soal jam terbang, sosok seperti Dasco, bukan hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki insting atau kepekaan dalam melihat persoalan jauh lebih dalam.

Komentar