Menko AHY Hadiri KAHMI Luncurkan Buku Mewujudkan Asta Cita Prabowo

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) dalam diskusi publik bersama Ketua Tim Penulis Buku, Prof. Dr.Rizal Edi Halim, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron, Rektor Universitas Insan Cita, Prof. Laode Kamaludin ikuti  agenda 100 hari kabinet Prabowo yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI di Jakarta, Jumat (31/01/2025).

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) meluncurkan buku berjudul Mewujudkan Asta Cita Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025).

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Herman Khaeron mengungkapkan alasan pihaknya membuat buku ini karena adanya obrolan kecil saat berkumpul. Kala itu, KAHMI merasa sayang bila program Presiden Prabowo tak didokumentasikan secara tertulis.

“Ini sayang sekali ada program-program negara yang jadi program unggulan Presiden tapi KAHMI tidak memberikan tanggapan secara terdokumentasi dan kita mencoba menggagas ini,” kata Hero dalam sambutannya.

Oleh karena itu, Hero mencoba membuat sebuah diskusi agar bisa menjadi sebuah buku.

“Tentu masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya mohon saran dan masukan jika nanti Bapak/Ibu sekalian telah membaca buku ini,” ujarnya.

“Karena buku ini disusun tentu juga dalam waktu yang sangat pendek dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” sambungnya.

Dalam buku ini, dituliskan berbagai program Prabowo. Ia sempat menyinggung tentang program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, ini adalah program yang dahsyat yang bisa ditemukan di seluruh pelosok Indonesia.

“Tentu ini menjadi program yang akan ditemukan di manapun. Kita masuk ke pelosok-pelosok akan ditemukan. Kita masih memproses, memang targetnya 82,9 juta sasaran,” tegasnya.

100 Hari Kabinet Merah-Putih, Menko AHY: Infrastruktur Kunci Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat

Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar fisik, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Hal ini ditekankan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), dalam diskusi publik “100 Hari Kabinet 100 Menteri”, yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI di Jakarta, Jumat (31/01/2025).

Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada ketahanan pangan, energi, dan air agar sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Salah satu contoh konkret yang ia soroti adalah pembangunan bendungan yang tidak hanya sebagai penyedia air, tetapi juga sebagai penopang produktivitas pertanian.

“Jangan membangun infrastruktur hanya untuk membangun infrastruktur, tapi bangunlah infrastruktur yang berdampak langsung pada produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bendungan yang terintegrasi dengan sistem irigasi yang baik akan membantu meningkatkan hasil pertanian, mendukung stabilitas harga pangan, dan menciptakan kemandirian pangan yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” jelas Menko AHY.

Menko AHY menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun harus saling terintegrasi agar berikan manfaat maksimal bagi rakyat. Perencanaan yang tidak menyeluruh, menurutnya, bisa menghambat pencapaian tujuan pembangunan.

“Integrasi penting, perencanaan tidak boleh sepotong-sepotong, untuk itu, integrasi dalam perencanaan pembangunan infrastruktur akan memastikan proyek-proyek tersebut memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan mendukung pencapaian visi Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Menko AHY.

Diskusi ini juga menjadi momen peluncuran buku “Mewujudkan Asta Cita Prabowo”. Acara turut dihadiri oleh Ketua Tim Penulis Buku, Prof. Dr. Rizal Edi Halim; Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron, Rektor Universitas Insan Cita, Prof. Laode Kamaludin serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.

Komentar