Jejak langkah Komjen Pol. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. Hingga Mencapai Kepala BNN

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Komjel Pol Marthinus Hukom  Lahir di Ameth, Nusa Laut, Maluku Tengah, 30 Januari 1969, Beliau Asal Daerah Maluku, Beragama Kristen Protestan. Beliau didominasi oleh reputasi emasnya di bidang reserse, intelijen, serta penanggulangan terorisme di Indonesia.

Ia merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Berikut adalah garis waktu perjalanan karier dan jejak langkah penting Marthinus Hukom :

1. Awal Karier di Bidang Reserse (1992–2001)

Setelah lulus dari Akpol pada tahun 1991, perwira kelahiran Ameth, Maluku Tengah ini memulai penugasan pertamanya di wilayah hukum Polda Jawa Barat, termasuk menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Purwakarta. Dari sinilah ketajamannya di bidang reserse dan investigasi mulai terasah

2. Pemburu Teroris di Jajaran Elite (2001–2015)

Karier Marthinus melonjak signifikan seiring keterlibatannya dalam penanganan kasus-kasus terorisme besar yang mengguncang Indonesia:

– Katim Anti Teror Bom Polda Metro Jaya (2001–2002), Ia terlibat langsung di garda depan penanganan terorisme awal era 2000-an.

– Penangkapan Imam Samudra & Ali Imron (2002) Bersama tim elite yang saat itu dipimpin oleh Tito Karnavian, Marthinus berperan penting dalam memburu pelaku Bom Bali 2002. Ia terlibat langsung menangkap Imam Samudra di Pelabuhan Merak serta Ali Imron di Kalimantan Timur.

Atas dedikasi ini, ia dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).Operasi Lanjutan Densus 88: Ia juga ikut dalam berbagai operasi perburuan gembong teroris internasional seperti Dr. Azahari dan Noordin M. Top. Selama periode ini, ia dipercaya menduduki jabatan Kabid Intelijen Densus 88 AT Polri

3. Pimpinan Densus 88 dan BNPT (2015–2023)

Keahliannya di dunia intelijen antiteror membuatnya dipercaya mengisi pos kepemimpinan tertinggi di komando antiteror :

– Wakil Kepala Densus 88 AT Polri
Ia tercatat dua kali menjabat sebagai Wakadensus, yakni pada periode 2015–2016 dan 2018–2020.

– Direktur Penegakan Hukum BNPT (2017–2018) Ia sempat melebarkan sayap ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk menguatkan regulasi dan eksekusi hukum terhadap jaringan radikal.

– Kepala Densus 88 AT Polri (2020–2023) Menyandang pangkat Jenderal Bintang Dua (Inspektur Jenderal), Marthinus resmi memimpin Densus 88. Selama tiga tahun menjabat, ia sukses melumpuhkan berbagai sel tidur terorisme dan mengedepankan pendekatan penegakan hukum yang objektif tanpa memandang latar belakang.

4. Menjadi Jenderal Bintang 3 (Desember 2023)

Puncak pencapaian pangkatnya terjadi saat Presiden Joko Widodo menunjuk Marthinus Hukom untuk menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggantikan Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose yang pensiun.Pelantikan resmi sebagai Kepala BNN pada 8 Desember 2023 secara otomatis menaikkan pangkatnya menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Bintang 3).

Ia memimpin BNN RI hingga Agustus 2025 sebelum posisinya digantikan oleh Irjen Pol. Suyudi Ario Seto untuk kemudian kembali bertugas sebagai perwira tinggi di Mabes Polri.

Komentar