Jakarta (B-Oneindonesia.com) – dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR (sering dipanggil dr. Benny) adalah seorang dokter spesialis paru senior dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau resmi dilantik menjadi Wamenkes mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Benjamin Paulus Octavianus lahir di Malang, Jawa Timur pada 13 September 1963. Istri dari dr. Benjamin Paulus Octavianus adalah Linda Taroreh. Beliau lahir dan dibesarkan dalam keluarga besar berlatar belakang pendidik yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ibunda Benny bernama Henriene Octavianus dan ayahanda adalah seorang pendeta yang bernama Pdt. Dr. Petrus Octavianus yang merupakan tokoh utama di balik pelayanan Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia dan Institut Injil Indonesia. Petrus Octavianus berasal dari pulau Rote.
dr. Benjamin Paulus Octavianus memiliki beberapa saudara kandung yang juga berkarier di bidang medis serta keagamaan, di antaranya dr. Jermy F. Octavianus, Sp.OG(K) (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan); Pdt. Dr. Roland M. Octavianus (Pendeta/Rohaniwan); Pdt. Jacob C. Octavianus (Pendeta/Rohaniwan); Mary V. Octavianus dan Grace R.O. Hutapea.
Benjamin Paulus Octavianus lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada tahun 1994. Benny menamatkan studi spesialisasi pulmonologi dan kedokteran respirasi di Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 2004.
Sebagai dokter spesialis paru, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR aktif berpraktik di beberapa rumah sakit ternama, seperti Rumah Sakit Royal Taruma di Jakarta Barat dan pernah di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK).Beliau terdaftar aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Ia dikenal memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan berkomitmen pada peningkatan kualitas layanan, khususnya pulmonology.
Dalam Karier Politik dan Jabatan Publik, Benny menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan DPP Partai Gerindra serta pernah menduduki posisi Wakil Ketua Umum Kesehatan. Beliau juga Memimpin Badan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA), organisasi sayap Partai Gerindra yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. : Salah satu fokus utama beliau sejak menjabat adalah menjalankan program Quick Win Presiden, termasuk percepatan pengentasan penyakit Tuberkulosis (TB) paru di Indonesia.
Sebagai Wamenkes, ia fokus pada penguatan riset kesehatan, transformasi sistem kesehatan nasional, serta standardisasi dan industri alat kesehatan. Ia juga berperan aktif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Januari 2026, ia melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok (RRT) untuk memperkuat kerja sama di bidang kesehatan digital dan AIat medis.
Berikut adalah sejumlah hal nyata yang dilakukan oleh dr. Benjamin selama mengemban jabatan Wakil Menteri Kesehatan :
(1). Untuk Mengubah Paradigma ke Deteksi Aktif,maka Benny Mendorong petugas kesehatan untuk aktif mendatangi rumah warga guna melakukan skrining, dengan target memeriksa 100 persen kontak erat dari pasien TBC.
(2). : Meninjau langsung dimulainya uji klinis fase 1 untuk vaksin TBC berbasis inhalasi pertama di dunia di RS Islam Jakarta. Vaksin berbentuk uap ini merupakan terobosan besar dalam pencegahan infeksi.
(3). Menyalurkan bantuan alat Portable X-Ray dan teknologi NPOC ke daerah-daerah (seperti di Sulawesi Selatan) demi mendeteksi gejala paru-paru lebih cepat di tingkat Puskesmas.
(4). Mengapresiasi dan mendukung program jajaran kepolisian, seperti gerakan TOSS Presisi Berantas TB Paru dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada momen bakti kesehatan Bhayangkara.
(5). Berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat pemanfaatan fatwa keagamaan guna mendukung program vaksinasi nasional serta mengedukasi masyarakat agar terhindar dari hoaks kesehatan.
(6). Mengapresiasi program lokal seperti Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Jawa Tengah untuk dipelajari kemungkinannya agar bisa diterapkan secara nasional di wilayah lain.
(7). Melalui program hasil terbaik cepat atau Quick Win, dr. Benjamin fokus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T). Langkah ini diwujudkan dengan mendorong peningkatan infrastruktur fisik, pemenuhan fasilitas medis, serta pemerataan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di RSUD seluruh Indonesia.
(8). Dalam hal regulasi dan kelembagaan, dr. Benjamin berupaya memperkuat sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Beliau menegaskan pentingnya menjaga independensi KKI sesuai undang-undang demi menjamin mutu, etika, dan profesionalisme para tenaga medis yang melayani masyarakat luas.
dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR dikenal sebagai sosok yang rendah hati, berintegritas, dan berkomitmen tinggi. Meski memiliki posisi tinggi sebagai pejabat negara dan dokter spesialis senior, beliau dikenal tetap membumi dan mudah didekati oleh rekan sejawat maupun pasien.
Nilai ini ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil melalui yayasan sosial keluarga sejak tahun 1970-an. Hal ini membentuk pendekatan medisnya yang penuh empati dan kasih sayang (compassionate). Konsisten memegang teguh etika profesi kedokteran, transparansi, serta aturan hukum dalam tata kelola pelayanan kesehatan Masyarakat, dan Memiliki dedikasi yang tinggi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional, khususnya fokus pada bidang pulmonologi (kesehatan paru-paru) dan percepatan eliminasi penyakit TBC di Indonesia.







Komentar