Sosok Komjen Pol Herry Heryawan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Sosok Herry Heryawan kembali menjadi perhatian setelah perjalanan kariernya di kepolisian memasuki babak baru. Mantan Kapolda Riau tersebut kini dipercaya menduduki posisi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Promosi tersebut sekaligus membuat Herry Heryawan naik pangkat dari Inspektur Jenderal Polisi atau bintang dua menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga.

Penunjukan Herry sebagai Kabaharkam Polri tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terhadap 88 perwira tinggi dan menengah Polri.

Dalam keputusan tersebut, Herry Heryawan menggantikan Komjen Pol Karyoto yang memasuki masa pensiun. Sementara posisi Kapolda Riau yang sebelumnya dipegang Herry kini dipercayakan kepada Irjen Arman Achdiat.

Dengan jabatan barunya, Herry tidak hanya mendapatkan posisi strategis di Mabes Polri, tetapi juga memasuki jajaran jenderal bintang tiga.

Pelantikan dan kenaikan pangkat tersebut kemudian dilakukan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin langsung proses serah terima jabatan sekaligus Korps Raport kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi Polri.

Menariknya, promosi Herry Heryawan menjadi Kabaharkam kembali dikaitkan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu sebelumnya.

Ketika masih menjabat sebagai Kapolda Riau, Herry mendapat perhatian Presiden Prabowo karena dinilai berhasil bersama berbagai unsur dalam menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau.

Karhutla memang menjadi salah satu persoalan serius yang selama ini dihadapi Provinsi Riau. Penanganannya membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat serta berbagai unsur lainnya.

Dalam rapat evaluasi penanganan karhutla di Pekanbaru pada 24 Agustus 2026, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap kerja sama berbagai pihak yang terlibat.

Prabowo menyebut sinergi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah dan unsur masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi persoalan karhutla di Riau.

Presiden bahkan mengaku senang melihat kerja sama berbagai pihak dalam menangani persoalan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Herry Heryawan turut memaparkan langkah-langkah yang dilakukan Polda Riau untuk menangani karhutla. Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan pencegahan.

Polda Riau, menurut pemaparan Herry, menerapkan pendekatan multi-door dalam penanganan kasus karhutla. Selain itu, dilakukan pula pemasangan plang peringatan di sejumlah lokasi bekas kebakaran sebagai bagian dari upaya mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pendekatan pencegahan juga dilakukan melalui edukasi masyarakat, patroli bersama, apel siaga, pemasangan spanduk hingga pelibatan masyarakat di tingkat desa.

Kinerja tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang membuat nama Herry Heryawan mendapatkan sorotan positif dalam penanganan karhutla di Riau.

Sebelumnya, beredar pula pemberitaan bahwa Presiden Prabowo menjanjikan kenaikan pangkat kepada Herry Heryawan apabila penanganan karhutla di Riau menunjukkan hasil yang baik.

Promosi Herry menjadi Kabaharkam yang kemudian otomatis diikuti kenaikan pangkat ke bintang tiga pun dikaitkan dengan pernyataan tersebut.

Namun, secara administratif, keputusan promosi Herry tetap merupakan bagian dari kebijakan mutasi dan rotasi organisasi Polri yang dituangkan melalui Surat Telegram Kapolri.

Artinya, terdapat dua hal yang perlu dibedakan. Di satu sisi, Herry memang mendapatkan apresiasi Presiden dalam konteks penanganan karhutla. Di sisi lain, pengangkatan dirinya sebagai Kabaharkam merupakan keputusan resmi dalam rotasi jabatan Polri.

Promosi ini juga menjadi bagian dari perubahan besar di tubuh Polri pada awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Dalam telegram tersebut, sebanyak 88 pati dan pamen Polri mengalami perpindahan tugas. Dari jumlah tersebut, sejumlah pejabat mendapatkan promosi sekaligus kenaikan pangkat.

Sebanyak 27 pejabat utama dan kapolda kemudian mengikuti proses serah terima jabatan. Sementara dalam Korps Raport, terdapat 23 perwira tinggi yang mendapatkan kenaikan pangkat, terdiri atas tujuh jenderal bintang tiga, 14 jenderal bintang dua dan dua jenderal bintang satu.

Selain Herry Heryawan, sejumlah posisi strategis di Mabes Polri juga mengalami perubahan.

Salah satunya adalah posisi Kabareskrim Polri. Irjen Asep Safrudin dipercaya menggantikan Komjen Syahardiantono. Dengan jabatan tersebut, Asep juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komjen.

Sementara posisi Irwasum Polri yang sebelumnya ditempati Komjen Wahyu Widada kemudian dipercayakan kepada Komjen Asep Edi Suheri.

Sejumlah jabatan penting lain seperti Kabaintelkam, Kalemdiklat, Kadiv Propam, Aslog hingga As SDM Polri juga mengalami perubahan dalam rangkaian mutasi tersebut.

Perubahan juga terjadi di tingkat kewilayahan. Sebanyak 19 posisi Kapolda mengalami pergantian, termasuk Polda Riau.

Untuk Polda Riau, tongkat komando yang sebelumnya berada di tangan Herry Heryawan kini berpindah kepada Irjen Arman Achdiat.

Arman sebelumnya merupakan perwira tinggi yang mendapat penugasan di Badan Intelijen Negara. Kini ia dipercaya memimpin Polda Riau dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Sementara bagi Herry Heryawan, jabatan Kabaharkam membawa tanggung jawab yang berbeda. Jika sebelumnya fokus utamanya berada pada keamanan dan ketertiban di wilayah Riau, kini cakupan tugasnya berada di tingkat nasional melalui Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.

Usai dilantik, Herry menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa di mana pun seorang anggota Polri ditempatkan, orientasinya tetap berkaitan dengan menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat dan menjalankan tugas dengan integritas.

Perjalanan Herry Heryawan menuju posisi Kabaharkam pun menjadi sorotan karena promosi tersebut terjadi tidak lama setelah dirinya mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo dalam penanganan karhutla.

Bagi Herry Heryawan sendiri, promosi menjadi Kabaharkam bukan sekadar perubahan jabatan. Kenaikan tersebut juga menandai dirinya resmi masuk jajaran jenderal bintang tiga dan dipercaya memegang salah satu posisi strategis dalam struktur Mabes Polri.

Putra Kelahiran Ambon Herry Heryawan Naik Jadi KABAHARKAM POLRI

Komjen Pol Herry Heryawan, perwira tinggi Polri kelahiran Ambon, Maluku, dipercaya menduduki jabatan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Jabatan baru tersebut sekaligus membawa Herry menuju pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) atau bintang tiga.

Herry Heryawan lahir di Ambon pada 23 Februari 1972. Masa kecil dan pendidikannya dijalani di Kota Ambon. Ia tercatat pernah menempuh pendidikan di SD Kristen Urimessing A2, SMP Negeri 2 Ambon, dan SMA Negeri 2 Ambon.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Ambon, Herry melanjutkan perjalanan ke dunia kepolisian. Ia masuk Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 1996.

Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan di lingkungan Polri.

Herry memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan sejumlah posisi strategis, termasuk di wilayah Polda Kepulauan Riau dan Polda Metro Jaya.

Ia juga pernah dipercaya menangani berbagai posisi di bidang pemberantasan narkotika dan tindak pidana, sebelum kemudian menduduki sejumlah jabatan pimpinan di institusi kepolisian.

Pada 12 Maret 2025, Herry dipercaya menjadi Kapolda Riau dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Kini, kurang lebih satu setengah tahun setelah dipercaya memimpin Polda Riau, Herry kembali mendapat promosi ke jabatan strategis di tingkat Mabes Polri sebagai Kabaharkam Polri.

Kabaharkam merupakan salah satu jabatan penting di tubuh Polri yang berkaitan dengan bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Perjalanan Herry menjadi Kabaharkam juga memiliki cerita tersendiri bagi Maluku.

Ia lahir dan tumbuh di Ambon, menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah di tanah kelahirannya, sebelum kemudian meninggalkan Maluku untuk mengejar karier di institusi kepolisian.

Dari Ambon, Herry menjalani perjalanan panjang sebagai anggota Polri, melewati berbagai penugasan hingga akhirnya dipercaya berada di jajaran pimpinan strategis tingkat nasional.

Dengan jabatan barunya, Herry Heryawan tidak hanya mencatatkan perjalanan karier pribadi, tetapi juga menambah daftar putra kelahiran Maluku yang dipercaya mengemban jabatan penting di tingkat nasional.

Dari Ambon, Maluku, menuju Mabes Polri. Kini, Herry akan mengemban tugas baru sebagai Kabaharkam Polri dengan pangkat bintang tiga.

Komentar