Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus, Bahas Asap dari Dampak Kebakaran Sudah Melewati Batas Negara

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/102/2026) sore. 

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Menko Polkam Dudung Abdurahman buka suara menanggapi sejumlah protes yang disampaikan negara tetangga mengenai dampak karhutla di tanah air.

“Iya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau sangat concern sekali,” kata Dudung sebelum rapat membahas karhutla di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dudung menyadari upaya pemadaman karhutla yang berlokasi di lahan gambut tidak mudah.

Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya penanganan.

“Karena memang banyak lahan-lahan gambut sih ya yang sulit untuk dipadamkan Tetapi beberapa usaha-usaha yang kita lakukan, tentunya saya sebagai ketua pengarah untuk kebakaran hutan dan lahan ini, ini nanti akan dibahas oleh Bapak Presiden,” ujar Dudung.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Turut hadir Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah serta Pangdam & Kapolda kedua provinsi tersebut.

Dalam rapat tersebut, dilaporkan sejumlah perkembangan dan langkah penanganan karhutla:

1. Berdasarkan laporan Kepala BNPB, di 6 provinsi paling terdampak karhutla masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman. Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

2. Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

3. Kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran.

Komentar