Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Pengusaha yang menjadi pemilik Pondok Indah Mall, Murdaya Widyawimarta Po, meninggal dunia pada Senin (7/4). Murdaya mengembuskan napas terakhirnya pada usia 84 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pusat.
“Semoga kebajikan semasa hidup mendiang mengkondisikan terlahir di alam bahagia,” tulis Walubi Pusat dalam akun Instagram @dppwalubi_pusat, Senin (7/4).
Murdaya Poo dikenal sebagai pendiri Central Cipta Murdaya, sebuah perusahaan dengan portofolio investasi yang luas, mencakup sektor teknik, teknologi informasi, kelapa sawit, dan kayu lapis.
Suami dari Siti Hartati Murdaya tersebut juga merupakan pemilik Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang sekarang bernama Jakarta International Expo, salah satu pusat konvensi terbesar di Jakarta.
Selain itu, Murdaya memiliki kepemilikan saham yang signifikan di pengembang properti ternama yang tercatat di bursa, Metropolitan Kentjana, di mana tiga dari empat anaknya menjabat sebagai anggota dewan direksi.
Hingga 2024, Murdaya Poo menduduki peringkat ke-45 dalam daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes, dengan total kekayaan real-time mencapai USD 1,2 miliar.
“Kami menghaturkan ucapan belasungkawa kepada keluarga, atas kepergian almarhum Bapak Murdaya Poo. Nilai-nilai perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa, dan organisasi GMNI, termasuk alumni GMNI, terus kami kenang,” demikian salah satu bunyi ucapan duka di sebuah grup WA, yang di dalamnya ada beberapa nama tokoh Alumni GMNI, semisal Theo L Sambuaga.
“Sahabat sesama Ikatan Alumni UI (Iluni), juga di Persatuan Alumni (PA) GMNI. Pengabdiannya termasuk luar biasa. Bahkan asetnya dijadikan kantor pusat PA GMNI di Cikini Raya,” kata Theo Sambuaga, yang kini menjabat Dewan Ideologi di PA GMNI bersama Guntur Soekarno.
Kehilangan besar sektor bisnis
Ya, kepergian Murdaya menjadi kehilangan besar bagi sektor bisnis di Tanah Air.
Dikenal sebagai sosok visioner dalam dunia properti dan ritel, kontribusinya dalam membangun pusat-pusat komersial strategis turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan ribuan lapangan kerja.
Karena itu, ungkapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan. Mantan menteri agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan doa penghormatan terakhirnya melalui media sosial.
“Selamat jalan dengan penuh ketenangan dan kebahagiaan, Pak Murdaya Poo,” tulisnya.
Mendorong kesetaraan dan inklusi berbangsa. Selanjutnya, ia juga mengenang kiprah almarhum dalam perjuangan melahirkan Undang-Undang Kewarganegaraan serta Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
Disebutnya, Murdaya merupakan salah satu tokoh yang mendorong kesetaraan dan inklusi dalam kehidupan berbangsa.
“Saya masih ingat momen kebersamaan pada 2020 saat bersama Pak Murdaya, Pak Suhadi, dan umat Parisadha Buddha Dharma NSI membahas pentingnya UU tersebut” ujarnya.
“Kita ingin memastikan bahwa tak ada lagi istilah ‘warga keturunan’ dan semua yang menjadi WNI sejak lahir adalah bagian utuh dari bangsa ini,” kenang Lukman Hakim.
Profil Murdaya Poo
Pengusaha kawakan yang dikenal sebagai pemilik Pondok Indah Mall (PIM) dan pengembang Jakarta International Expo (JIExpo) menghembuskan napas terakhir pada usia 79 tahun setelah berjuang melawan komplikasi penyakit serta kanker yang dideritanya.
Disebut beberapa kalangan, kepergian Murdaya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga masyarakat Indonesia, mengingat kontribusi besar yang ia berikan dalam pembangunan kawasan perdagangan dan pusat konvensi di tanah air.
Diketahui, Murdaya Poo lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 12 Januari 1946. Ia dikenal sebagai sosok yang memulai segalanya dari bawah. Awalnya, Murdaya bekerja sebagai penjual koran sebelum akhirnya terjun ke dunia konstruksi dengan mendirikan perusahaan kontraktor pada tahun 1972.
Lalu, langkah besarnya dimulai saat ia mendirikan Central Cipta Murdaya Group pada tahun 1992, sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti teknik, teknologi informasi, manufaktur, baja, agribisnis, hingga properti.
Sejak dibuka pada tahun 1991, Pondok Indah Mall telah tumbuh menjadi ikon pusat perbelanjaan modern di Indonesia. Kini, kompleks tersebut terdiri dari beberapa bagian, yakni PIM 1, PIM 2, PIM 3, dan Street Gallery, yang menjadikannya salah satu kawasan komersial paling ramai di Jakarta.
Tahun 1971, Murdaya menikah dengan Siti Hartati Murdaya. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Pajna Murdaya, Metra Murdaya, Uppeicha Murdaya, dan Karuna Murdaya.
Di samping di dunia bisnis, Murdaya juga sempat aktif di dunia organisasi pergerakan dan politik. Pada tahun 1998, ia bergabung dengan partai PDIP dan dipercaya menjabat sebagai bendahara serta ketua cabang partai. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kecintaannya kepada organisasi semisal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), membuat dia banyak mendukung perjalanan pergerakan tersebut.
Termasuk pernah menjadi Dewan Kehormatan DPP Persatuan Alumni (PA) GMNI.










Komentar