Jakarta(B-Oneindonesia.com)-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, hingga lima menteri Kabinet Merah Putih menerima perwakilan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan sejumlah organisasi petani. Pertemuan digelar tepat pada momentum peringatan Hari Tani Nasional di Ruang Dapat Komisi XIII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Dasco menemui para petani didampingi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurrijal dan Saan Mustopa.
Sementara itu, kelima menteri yang hadir adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana
Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Yandri Susanto, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari.
Dari pihak petani, hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPA Dewi Kartika, perwakilan Serikat Petani Pasundan (SPP), perwakilan Serikat Pekerja Tani Karawang (Sepetak), perwakilan Pergerakan Petani Banten (P2B), perwakilan Serikat Nelayan Indonesia (SNI), dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
Desak reforma agraria
Dari keterangan resminya, Dewi dan kawan-kawan mendesak DPR RI dan pemerintah segera menjalankan reforma agraria, di antaranya dengan mempercepat redistribusi 1,76 juta hektar Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA).
Selain itu, mereka meminta untuk menertibkan dan mendistribusikan 7,35 juta hektar tanah telantar serta 26,8 juta hektar tanah yang dimonopoli konglomerat.
“Termasuk tanah masyarakat yang diklaim PTPN (PT Perkebunan Nasional), Perhutani/Inhutani,” ujar Dewi.
Mereka juga mendesak pemerintah dan DPR membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria. Badan ini bertanggung jawab langsung kepada presiden guna melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 1945, TAP MPR IX/2001 tentang Pembaruan Agraria-Pengelolaan Sumber Daya Alam (PA-PSDA), dan Undang-Undang Pembaruan Agraria.











Komentar