Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (21/7/2025).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, belum lama ini melontarkan pernyataan ringan terkait perubahan logo partai yang ternyata hanya berupa gurauan.
Namun, komentar santainya itu ramai diperbincangkan publik setelah dikaitkan dengan simbol baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini bergambar gajah.
Menanggapi kegaduhan tersebut, dinilai bahwa respons publik terlalu berlebihan dengan Pak Dasco itu tipikal tokoh yang kalem, kadang komentar beliau memang jenaka. Jadi ya cukup dipahami sebagai humor politik, tidak usah ditarik ke tafsir yang rumit.
Kita diingatkan pentingnya membedakan antara pernyataan serius dan lelucon yang dilontarkan dalam konteks mencairkan suasana politik.
Jika semua ucapan ditanggapi dengan kecurigaan, energi bangsa bisa habis hanya untuk polemik yang sebenarnya tidak perlu.
Kadang yang dibahas cuma warna atau bentuk simbol. Kalau setiap hal kecil dijadikan bahan ribut, ya lelah sendiri kita.
Polemik soal logo partai merupakan hal wajar dalam demokrasi. Justru diskusi publik yang muncul menunjukkan bahwa masyarakat aktif terlibat dan peduli. Meski begitu, mengajak semua pihak tetap menjaga ketenangan dan tidak terlalu reaktif.
Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait candaannya yang ramai di media sosial terkait pengubahan logo sebuah partai. Candaannya itu dikaitkan dengan PSI yang mengubah logo mereka menjadi hewan gajah merah-hitam.
Candaan itu dilontarkannya saat menutup Kongres Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) pada Sabtu (19/7) lalu. Saat itu, Dasco bercanda, mengira Gekrafs juga akan mengubah logo mereka menjadi hewan kancil seperti yang dilakukan oleh sebuah partai mengubah logo menjadi sebuah hewan.
Dasco pun menyebut candaannya itu bukan bermaksud untuk menyindir siapa pun.
“Ya kita kan sebenarnya kan itu candaan ringan internal di Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), kebetulan saya ketua dan penasehatnya, saya ya enggak ada niat sama sekali sindir-menyindir,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (21/7).
Dasco menegaskan hubungan dia dengan PSI tidak ada masalah.
“Saya hubungan dengan PSI juga cukup dekat saya pikir, dan saya pikir juga nggak ada yang merasa kesindir ya,” ujarnya.
“Saya bercanda di Gekraf gitu lho, ya kan. karena Gekraf ini kan kreatif gitu lho, saya pikir ‘wah ini saking kreatifnya jangan-jangan mengubah logo juga’, kan gitu,” imbuhnya.
Diketahui, PSI juga menggelar kongres pada Minggu (20/7) di Solo, Jawa Tengah. Di kongres itu, PSI meresmikan logo gajah mereka.











Komentar