Bulan Bung Karno Berakhir, Bung Karno Tak Terlibat G30S/PKI

Saat-saat terakhir menjelang wafatnya, Bung Karno dijenguk putrinya, Rachmawati Sukarno Putri, di Wisma Yaso (Sumber : Facebook, Pemotret : Guntur Sukarno Putro.

Catatan Widminarko

Denpasar (B-Oneindonesia) – Bulan Bung Karno tahun 2026 di Bali telah berakhir dan ditutup Minggu (28/6). Bung Karno yang lahir 6 Juni 1901, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto 21 Juni 1970. Sebelum wafat beliau pernah dirawat di Wisma Yaso.

Pernah terungkap adanya surat Bung Karno kepada istrinya, Ratna Sari Dewi, di Jepang. Dalam surat itu Bung Karno menulis, samasekali tidak tahu tentang peristiwa G30S/PKI.

Sebuah kisah cinta ternyata menyimpan rahasia sejarah bangsa. Surat pribadi Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kepada istrinya Ratna Sari Dewi di Jepang, menjadi sorotan publik setelah ditemukan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Di balik kalimat penuh kasih seorang suami kepada istrinya, terselip pengakuan Bung Karno yang menyentuh hati dan sekaligus mengguncang pandangan tentang peristiwa kelam G30S/PKI.

Dalam surat yang disebut tak boleh dipegang, hanya boleh dibaca, itu Bung Karno menulis dari hati terdalamnya bahwa ia tidak mengetahui samasekali tentang peristiwa G30S/PKI.

“Saya tidak tahu, tiba-tiba diajak ke sekitar Lubang Buaya terus digeser ke mana,” tulis Bung Karno dalam surat tersebut.

Kutipan itu diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi era Presiden Jokowi Abdullah Azwar Anas saat membacakan isi arsip yang baru ditemukan. Ucapan tersebut menegaskan bahwa Bung Karno merasa tidak terlibat dan tidak diberi tahu apa pun mengenai tragedi yang mengguncang bangsa pada tahun 1965 itu.

Surat ini merupakan salah satu dari 300 arsip berharga yang baru saja dikumpulkan ANRI dari Tokyo, Jepang. Arsip tersebut ditemukan tersimpan rapi di kediaman Ratna Sari Dewi, istri keenam Bung Karno, dan selama ini belum pernah dipublikasikan kepada masyarakat.

Kepala ANRI, Imam Gunarto menyebut bahwa dokumen tersebut sudah disalin dan dibawa ke Indonesia, namun naskah aslinya masih berada di Jepang. ANRI tengah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo untuk membawa pulang surat bersejarah itu secara resmi.

Temuan ini bukan sekadar arsip cinta antara dua insan, melainkan potongan penting sejarah yang bisa memberi warna baru pada pemahaman kita tentang G30S/PKI dan posisi Bung Karno di tengah badai politik masa itu.

Surat yang ditulis dengan tinta kasih ternyata juga menjadi saksi bisu pergulatan batin seorang pemimpin besar yang tengah dikhianati oleh sejarahnya sendiri.

FOTO ; Saat-saat terakhir menjelang wafatnya, Bung Karno dijenguk putrinya, Rachmawati Sukarno Putri, di Wisma Yaso (Sumber : Facebook, pemotret : Guntur Sukarno Putro).

Komentar