Ratusan Warga Demo Desak WALHI Dibubarkan

Massa gelar aksi demonstrasi di depan kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jalan Tegal Parang Utara No. 14, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Jakarta (B-Oneindonesia.com) –  Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Anti Antek Asing menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jalan Tegal Parang Utara No. 14, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak WALHI memberikan penjelasan secara terbuka terkait sumber dan penggunaan dana organisasi, termasuk dugaan adanya pendanaan dari pihak asing.

Massa membawa sejumlah poster dan spanduk, di antaranya bertuliskan “WALHI Antek Asing”, “Bubarkan WALHI”, “WALHI Ancaman NKRI”, dan “Usut Dana Asing WALHI”.

Koordinator Koalisi Pemuda Anti Antek Asing, Afruddin, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi atas dugaan penerimaan dana asing oleh WALHI.

“Kami datang untuk mempertanyakan teman-teman WALHI. Patut diduga ada persoalan yang perlu diklarifikasi. Kalau memang menerima dana asing, kami meminta agar semuanya dikembalikan dan dijelaskan secara terbuka,” ujar Afruddin di lokasi aksi.

Selain persoalan pendanaan, Afruddin menyoroti sikap WALHI terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Pantura.

Menurut dia, keberadaan PSN di kawasan tersebut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan telah memperhatikan aspek lingkungan.

“Padahal PSN di Pantura menyerap tenaga kerja dan sudah berstandar lingkungan. Tidak ada yang dilanggar,” katanya.

Afruddin menilai transparansi pendanaan penting bagi organisasi masyarakat sipil yang menjalankan kegiatan advokasi dan menyuarakan kepentingan publik.

Ia mengatakan masyarakat berhak mengetahui sumber pendanaan organisasi serta penggunaan dana tersebut.

“Kami datang baik-baik untuk melakukan konfirmasi. Kami ini bukan orang asing. Jangan sampai dana asing justru menjadi alat yang memecah belah bangsa Indonesia,” ujar Afruddin.

Menurut Afruddin, keterbukaan pendanaan juga diperlukan untuk memastikan tidak ada kepentingan pihak luar yang memengaruhi aktivitas organisasi.

“Kami ingin ada transparansi dana untuk rakyat Indonesia. Jangan sampai ada kepentingan asing yang justru mengganggu persatuan bangsa dan pembangunan nasional,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa mengaku tidak mendapatkan tanggapan langsung dari pihak WALHI. Perwakilan organisasi lingkungan tersebut disebut tidak menemui demonstran selama aksi berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari WALHI mengenai tuntutan massa maupun tudingan terkait dugaan penerimaan dana asing.

Tudingan mengenai pendanaan asing dan pengaruh kepentingan pihak luar tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak demonstran dan belum mendapat klarifikasi dari WALHI.

Komentar