Gelap Gulita Bawa Petaka, Truk Boks Seruduk Median Jalan di Jalur Pantura Pasuruan dari Efek Domino Mati Lampu Massal?

Pasuruan (B-Oneindonesia.com) – Jalur Pantura kembali memakan korban fasilitas umum akibat kondisi jalan yang ekstrem! Sebuah truk boks bernomor polisi B 9519 UEY nekat menerjang kegelapan hingga berakhir ringsek setelah menghantam keras median jalan di Jalan Raya Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Nguling, Kabupaten Pasuruan pada Jumat malam (19/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Insiden ini langsung memicu reaksi provokatif dari para pengguna jalan. Netizen ramai-ramai menuding bahwa kecelakaan ini bukan murni kesalahan sopir, melainkan efek domino dari buruknya manajemen pemadaman listrik yang membuat jalur nasional seketika berubah menjadi jalur maut tanpa penerangan!

Detik-Detik Hantaman di Tengah Kegelapan Jalur Pantura

Berdasarkan data yang dihimpun, truk boks tersebut dikemudikan oleh F Gual (48), seorang sopir asal Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang. Truk awalnya melaju sedang dari arah barat (Pasuruan) menuju ke arah timur (Probolinggo).

Nahas, sesampainya di lokasi kejadian yang kondisinya gelap gulita akibat adanya pemadaman aliran listrik massal, sang sopir diduga kehilangan orientasi jalan. Tanpa ampun, moncong truk boks langsung menyeruduk trotoar median jalan tengah dan merobohkan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga hancur.

Kerugian Material Masif, Polisi Sebut Berakhir Kekeluargaan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Zulkifli, mengonfirmasi terjadinya kecelakaan tunggal tersebut. Beruntung, sang sopir berhasil selamat tanpa mengalami luka sedikit pun. Kendati demikian, bagian depan truk mengalami kerusakan parah, ditambah fasilitas negara berupa median jalan dan tiang PJU yang roboh dihantam truk.

“Korban nihil. Karena kerusakannya murni material dan tidak ada korban jiwa atau luka, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Laporan yang kami terima hanya sebatas pemberitahuan insiden lalu lintas,” ujar Iptu Zulkifli.

Meski berakhir damai, publik tetap melayangkan kritik tajam: sampai kapan keselamatan para sopir logistik di jalur nasional harus dipertaruhkan di tengah pemadaman listrik tanpa solusi? Jika fasilitas umum rusak akibat jalan yang gelap, siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab?

Komentar