Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Kalimat tegas Presiden Prabowo Subianto itu memicu perdebatan luas di ruang publik. Sebagian masyarakat menilai gaya bicara yang lugas menunjukkan ketegasan seorang pemimpin. Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa seorang presiden tetap perlu menjaga kesantunan dalam setiap pidato karena ucapannya menjadi contoh bagi masyarakat.
Perdebatan ini juga diulas dalam analisis Tempo berjudul “Pencitraan Prabowo: Memilih Berbicara Tak Santun Saat Pidato”, yang membahas bagaimana gaya komunikasi Presiden menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan dirinya memilih berbicara terus terang dan tidak ingin berpura-pura. Menurutnya, yang terpenting adalah kejujuran dan keberpihakan kepada rakyat, bukan sekadar tutur kata yang terdengar manis.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah pemimpin lebih baik berbicara lugas meski terdengar keras, atau tetap mengutamakan kesantunan dalam setiap pidato?
Sumber:
Tempo – Pencitraan Prabowo: Memilih Berbicara Tak Santun Saat Pidato.
Pernyataan Presiden Prabowo pada Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.







Komentar