Presiden Prabowo Subianto, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dan Dr Audrey Tangkudung.
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Pengamat sosial Dr Audrey G Tangkudung blak-blakan ikut menanggapi tudingan Amien Rais soal kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Widjaja. Kedekatan tersebut dinilai Audrey sebagai hubungan yang wajar antara Presiden dengan pembantunya di Kabinet Merah Putih.
Apalagi Letkol Teddy menjabat sebagai Sekretaris Kabinet yang tugasnya menjembatani komunikasi antara Prabowo dengan para menteri pembantunya.
Sebagai orang yang pernah dekat dan menjadi tim Prabowo Audrey paham betul bagaimana sosok Prabowo Subianto.
“Pernyataan dari Amien Rais belum lama ini soal hubungan antara Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dengan Pak Prabowo itu kan sangat heboh ya,” jelas Audrey Tangkudung Selasa (12/5/2026).
“Saya selama menjadi tim Prabowo Subianto ya, saya mengerti persis Pak Prabowo itu tidak seperti itu (tuduhan keji dan hoaks Amien Rais),” tambahnya.
Diakui Audrey, Prabowo sangat menyukai anak-anak muda yang enerjik dan penuh semangat masuk dalam tim untuk membantunya. Lantas kenapa Prabowo lebih menyukai anak muda untuk bekerja bersama dirinya.
“Nah kenapa Pak Prabowo senang dengan orang-orang yang muda. Sejak dulu saya mengerti persis karena Pak Prabowo itu pernah mengatakan kepada kita, kepada saya juga pada saat itu, dia senang dengan anak muda karena dia ingin menyerap dinamisme anak muda, beliau ingin menyerap aspirasi anak muda,” sebut Audrey.
Jadi, lanjut Audrey, dengan bergaul bersama tim anak-anak muda, dia akan menjadi lebih muda dan bersemangat seperti anak muda.
“Akan merasa muda. Padahal pada waktu itu kan banyak juga orang-orang yang dekat dengan Pak Prabowo seperti misalnya Pak Glen Kairupan, Pak Sjafrie Sjamsoeddin, tapi mereka jarang untuk pertemuan dengan Pak Prabowo,” ujar Audrey.
“Tapi kalau tim anak muda ini seperti Teddy, dan dulu waktu sebelum Teddy kan ada pak Sugiono (Menteri Luar Negeri dan Sekjen Partai Gerindra), ada Pak Daryono (Sudaryono Wakil Menteri Pertanian), Pak Pras (Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Kabinet), ada Pak Simon (Direktur Utama Pertamina), Pak Angga (Angga Raka Prabowo Wamen Komdigi), ada pak Dirgayuza (Direktur Food.id),” papar Audrey.
Mereka anak-anak muda ini, lanjut Audrey adalah tim Prabowo yang selalu bertemu dan aura muda.
“Semangat muda itu ditularkan ke Pak Prabowo juga. Jadi Pak Prabowo dengan demikian akan menjadi lebih muda, merasa muda,” ujarnya
“Jadi kalau soal hubungan dengan Teddy itu salah, saya optimis 100 persen enggak mungkin. Tapi Pak Prabowo senang dengan anak muda yang pintar, yang rajin, yang all out. Jadi seperti itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Amien Rais sempat mengunggah video di kanal YouTube miliknya yang menyoroti kedekatan Prabowo dan Teddy. Video tersebut berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral dengan durasi sekitar 8 menit. Namun, video tersebut dilaporkan sudah tidak tersedia lagi pada Minggu siang.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut menanggapi pernyataan tersebut. Komdigi menilai video itu mengandung informasi yang tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Pihak Komdigi juga menyebut konten tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Menteri Komdigi Meutya menyebut video itu merupakan pembunuhan karakter. Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian dan berpotensi memecah belah bangsa.
“Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,” ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026).
“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta, serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa,” katanya.
Selain itu, Komdigi menegaskan akan menindaklanjuti penyebaran konten yang dianggap melanggar aturan yang berlaku. Polemik ini masih menjadi perhatian publik setelah munculnya perdebatan di ruang digital.
Pemerintah mengingatkan agar setiap pernyataan publik tidak memicu disinformasi atau konflik di masyarakat.
Meutya menyebut Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar, katanya, telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).







Komentar