Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arief Hidayat bersama pengurus PA GMNI dalam acara Halalbihalal Alumni GMNI bertajuk “Pembangunan Karakter Bangsa Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong,” di gedung TVRI, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2026).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) menggelar acara Halalbihalal sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar alumni sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai gotong royong.
Mengusung tema “Pembangunan Karakter Bangsa Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong”, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) pukul 18.00 WIB, bertempat di Aula Gedung LPP TVRI, Jalan Gerbang Pemuda No. 8, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PA GMNI, tokoh senior alumni GMNI, aktivis GMNI, alumni Cipayung, pegiat kebangsaan dan demokrasi serta diisi tausiyah oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua Dewan Kehormatan, Siswono Yudho Husodo, Suko Sudarso, Direktur Program dan Berita TVRI Arif Adi Kuswardono.
Kegiatan Halalbihalal ini menjadi ruang konsolidasi nasional bagi seluruh alumni dan kader GMNI dari berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.
Forum ini juga menjadi momentum refleksi kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan kebangsaan yang terus berkembang.
Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, SH., MS., menegaskan bahwa dinamika global saat ini tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga langsung mempengaruhi kondisi ekonomi domestik dan stabilitas sosial-politik di dalam negeri.
“Di tengah kegelisahan berbagai negara dunia dalam menghadapi perubahan tatanan global yang baru, tentunya berimbas pada situasi di Indonesia. Tekanan ekonomi yang membuat kenaikan harga-harga barang, ancaman pengangguran serta konflik sosial. Namun demikian, Indonesia masih memiliki modal sosial dan kultural yang sangat kuat,” ujarnya.
Menurut Arief, kekuatan tersebut menjadi modal strategis bangsa dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan eksternal, sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan inklusif dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dikelola sebagai kekuatan politik dan sosial untuk menjaga kohesi nasional.
“Keberagaman bangsa Indonesia bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan utama apabila dikelola dengan semangat toleransi, gotong royong, dan kesadaran untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Indonesia hanya akan terus maju apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan sektoral,” jelasnya.
Dalam perspektif pembangunan, PA GMNI menekankan bahwa tantangan ekonomi global tidak dapat dihadapi hanya dengan pendekatan material dan teknokratis. Penguatan karakter bangsa menjadi faktor penentu dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional dan kualitas demokrasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana, menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter akan menentukan kemampuan Indonesia bersaing di tingkat global sekaligus menjaga kemandirian ekonomi nasional.
“Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Gotong royong adalah jiwa dan DNA bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
PA GMNI juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional harus berpijak pada visi jangka panjang sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa.
Dalam konteks tersebut, stabilitas politik, persatuan sosial, dan ketahanan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Melalui momentum Halal bi Halal Kebangsaan, PA GMNI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat solidaritas nasional, menjaga stabilitas politik dan ekonomi, serta mengedepankan kepentingan nasional guna memastikan Indonesia tetap tangguh dan berdaya saing di tengah dinamika global.
Acara ini juga menjadi simbol bahwa keluarga besar PA GMNI tetap solid dalam mengawal cita-cita perjuangan Bung Karno, menjaga nilai-nilai Pancasila, serta memperjuangkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan, para alumni GMNI diharapkan dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa, menjaga semangat nasionalisme, serta menjadi teladan dalam memperkuat kehidupan demokrasi yang berkeadaban.
Dengan terselenggaranya acara ini, DPP PA GMNI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan nasional serta mengawal arah pembangunan bangsa menuju Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan dan berkeadilan sosial.
DPP PA GMNI, John F Sayuti S.Sos menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Baginya, Halalbihalal adalah jembatan untuk memastikan bahwa api perjuangan dan rasa persaudaraan di lingkungan alumni tetap menyala meski para anggotanya kini tersebar di berbagai sektor pengabdian.
John menekankan bahwa melalui pertemuan ini, solidaritas sesama alumni harus semakin diperkuat. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut para alumni untuk tetap solid dan saling bahu-membahu dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, selaras dengan marhaenisme yang menjadi ruh organisasi.
Lebih lanjut, momentum ini digunakan untuk menanggalkan segala perbedaan pandangan yang mungkin muncul di masa lalu.
“Kita jadikan momen ini sebagai ruang untuk saling memaafkan dan kembali menyatukan visi sebagai satu keluarga besar yang utuh dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Visualisasi papan bunga yang didominasi warna merah dan putih tersebut mencerminkan identitas nasionalisme yang kental. Hal ini seakan mengingatkan setiap kader bahwa di mana pun mereka berada, kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan golongan.
Para alumni yang hadir berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari politisi, akademisi, hingga praktisi hukum dan pengusaha. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ikatan batin yang terbentuk sejak masa mahasiswa tidak luntur oleh waktu, justru semakin matang dan dewasa.
Selain sebagai ajang temu kangen, acara ini juga menjadi wadah diskusi informal mengenai peran strategis alumni GMNI dalam mengawal isu-isu kerakyatan. Ruang silaturahmi ini bertransformasi menjadi laboratorium gagasan yang segar bagi kemajuan organisasi ke depannya.
Diharapkan, energi positif yang dihasilkan dari Halalbihalal DPP Persatuan Alumni GMNI ini dapat tertular hingga ke tingkat cabang. Sinergi antara pengurus pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjalankan program-program strategis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Acara diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang intensif. Dengan semangat baru pasca-Lebaran, keluarga besar alumni GMNI siap melangkah maju dengan solidaritas yang lebih kokoh dan dedikasi yang tak tergoyahkan bagi tanah air tercinta.







Komentar