Pelantikan pengurus Badan Pelindungan Lanjut Usia (BP Lansia) DKI Jakarta di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/06/25).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Ketua Badan Perlindungan Lanjut Usia ( BP Lansia ) DKI Jakarta Dr. Ir. Serirama Butarbutar, S.E., S.H., M.Si, M.H. dan jajarannya dilantik oleh BP Lansia Pusat di Gedung Joeang 45 Jakarta, Senin (23/06/25).
Ketua BP Lansia Pusat Karmen Siregar mengatakan Pemerintah, masyarakat, dan keluarga memiliki tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia.
“Lansia memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan kesempatan yang sama dalam masyarakat, termasuk dalam hal kesehatan, sosial, ekonomi, dan budaya. Perlindungan terhadap lansia juga merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan pengalaman yang telah mereka berikan kepada bangsa dan negara” jelasnya.
“Selain itu, Pemerintah memasukkan lansia sebagai bagian dari penerima manfaat PKH untuk memberikan bantuan sosial kepada lansia yang memenuhi syarat” tegasnya.
Kepala Dina Sosial DKI Iqbal Akbarudin mewakili Gubernur DKI Jakarta mengatakan tambah umur adalah keniscayaan menjadi lansia adalah kebahagiaan.
“Ini langkah penting para lansia mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya Daerah Khusus Jakarta” ujarnya.
“Kehadiran BP Lansia menjadi mitra strategis dalam penyusunan peraturan pemerintah DK Jakarta. Mari wujudkan Jakarta yang semakin beradab untuk semua kalangan usia. Jakarta menjadi kota global dunia dapat tercapai. Kehadiran para lansia dapat membantu dengan pemikiran dan kegiatan Jakarta sebagai kota global dapat terwujud” tuturnya.
Dalam kesempatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino yang hadiri pelantikan pengurus Badan Pelindungan Lanjut Usia (BP Lansia) DKI Jakarta mengatakan kepada para pengurus baru agar aktif membantu para lansia berkarya. Sehingga dimasa tua tetap memiliki aktivitas dan produktif.
“Harapan saya, lansia bisa tetap produktif, tetap bisa bekerja dengan keterbatasan kemampuan,” ujar Wibi
Sebab, ia mendapati banyak Lansia yang ditinggal keluarganya tidak memiliki aktivitas dan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan di masa senja.
“Banyak Lansia kurang beruntung karena keluarganya sudah meninggalkannya sendirian. Itu peran pemerintah untuk memfasilitasi agar Lansia bisa punya pendapatan sendiri,” ucap Wibi.
Ia menegaskan, Lansia merupakan kelompok rentan. Karena itu, harus menjadi fokus Pemprov DKI. Mendapat perhatian dan diberikan perlindungan. “Itu indikator sebagai kota yang maju,” tutur Wibi.
Ia juga berharap para pengurus yang baru dilantik bisa optimal menjadi kepanjangan tangan para Lansia kepada Pemprov DKI.
Sehingga, kebutuhan ataupun program-program yang diusulkan untuk kesejahteraan para Lansia dapat diakomodir dengan baik.
“Pengurus yang baru saja dilantik harus langsung turun menyerap aspirasi dari lansia,” tukas Wibi.
Acara dihadiri oleh Kadinsos DKI Jakarta Iqbal Akbarudin, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Prof Dr Bomer Pasaribu, Irjen Pol Purn Erwin Tobing dan tokoh masyarakat lainnya.













Komentar