Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Politisi senior Partai Golkar Ir. HM. Ridwan Hisyam mengajukan pertanyaan kritis yang menohok terkait pemilihan para pembantu presiden. Apakah mereka benar-benar diseleksi dengan standar yang ketat, ataukah sekadar hasil kompromi politik tanpa pertimbangan kualitas?
Jika benar sudah diseleksi, pertanyaan berikutnya: Apakah yang terpilih benar-benar seperti “Elang-Elang” Aristoteles?
Tajam penglihatannya, Mampu membaca situasi nasional dan global dengan presisi yang kuat, punya kapasitas kerja luar biasa, tidak sekadar simbol tanpa eksekusi nyata.
Berani, tidak takut mengambil keputusan besar demi kepentingan rakyat, bukan hanya tunduk pada kepentingan elite.
Mampu melihat secara luas, tidak berpikir sektoral dan sempit, tapi visioner untuk kepentingan jangka panjang.
Jika para pembantu Presiden tidak memenuhi kriteria ini, maka publik berhak bertanya, Apakah bangsa ini sedang dipimpin oleh elang-elang tangguh atau sekadar burung-burung peliharaan yang jinak di dalam sangkar politik?
Profil Ridwan Hisjam
Muhammad Ridwan Hisjam atau karib dengan nama Ridwan Hisjam adalah politikus Indonesia yang pernah menjadi wakil rakyat. Pria kelahiran 26 Mei 1958 di Surabaya itu menjabat sebagai anggota DPR RI selama empat periode dari 1977 hingga 2024 untuk dapil V mewakili Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Adapun di DPR, sosok usia 66 tahun ini duduk di Komisi VII.
Kader Golkar ini selain bergulat di dunia legislatif, ia juga pernah berupaya nyemplung di bidang eksekutif. Dia tercatat ikut kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur 2003 sebagai calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Abdul Kahfi. Dia kembali mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2008 berpasangan dengan Soetjipto. Kedua usaha itu gagal.
Ridwan menempuh pendidikan dasar di SD Islam Mujahidin (1965–1970), kemudian lanjut ke SMP Islam Mujahidin (1970–1973), dan SMA Negeri 3 Surabaya (1974–1976). Pendidikan tinggi ia emban di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, jurusan Teknik Kelautan, (1977–1987).
Ridwan tercatat aktif berorganisasi semasa kuliah dengan terlibat di dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jabatan organisasi yang pernah dipegang Ridwan Hasjim di antaranya Ketua PPK Kosgoro 1957 (2013–2018), anggota DPO DPP REI (2013–2016), Bendahara Umum Satkar Ulama Indonesia (2012–2017), Ketua Dewan Pembina DPP HIPGI (2012–2017), dan PP Dewan Masjid Indonesia (2011).
Dia juga pernah mengemban jabatan di organisasi sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Jawa Timur (2011), Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IKA ITS (2011), Wakil Sekjen DPP Golkar (2009), Ketua Apegti Jatim (2006 – 2012), Ketua PDK Kosgoro 1957 Jatim (2005–2010), dan Ketua Senat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2015–2019).
Selain itu dia juga pernah menjadi Ketua Komite Tetap Kadin (2004 – 2015), Bendahara Umum DPP REI (2001–2004), Ketua DPD Golkar Jawa Timur (2000-2004), Bendahara KAHMI Wilayah Jawa Timur (2000–2003), Ketua Kehormatan DPP REI Jawa Timur (1999), Wakil Ketua Kadin Daerah Jawa Timur (1999–2004), Ketua DPD REI Jawa Timur (1996–1999), Ketua Umum HIPMI Jawa Timur (1992–1995), dan Ketua Biro Organisasi Inkondo (1989–1992).
Adapun Ridwan memulai kariernya di bidang politik kala menjadi anggota MPR-RI utusan daerah Jawa Timur sejak Pemilu 1997 atau setahun sebelum era kejatuhan Presiden Soeharto. Saat itu, ia menjadi anggota MPR-RI dari Fraksi Karya Pembangunan.
Kemudian, pada Pemilu 1999 pasca reformasi, Ridwan kembali terpilih sebagai anggota DPR-RI/MPR-RI dari Partai Golkar. Demikian juga pada Pemilu 2004, ia juga terpilih kembali sebagai anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Malang Raya, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sejak 2000.
Tak berhenti di sana, ia masih tetap eksis di panggung politik dengan terpilih sebagai anggota DPR/ MPR RI pada Pemilu 2014, dan Pemilu 2019 untuk Dapil yang sama. Ia absen satu kali di Pemilu 2009 karena waktu itu, Ridwan baru saja dicalonkan sebagai wakil gubernur Jatim pada pemilihan gubernur Jawa Timur 2008.
Di bidang usaha, Ridwan memulai kariernya sebagai Presiden Direktur Group Properti, Mining, Oil & Gas, “Equator” (1993–2018), Komisaris Utama PT Sarana Jatim Ventura (1995–2018), dan Komisaris Utama PT Dharmapena Citra Media / Obsession Media Group (OMG Group) (1999–2023).







Komentar