PLN Raih Penghargaan Green Leadership & Borong 11 Proper Emas KLH 2025

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan penghargaan Green Leadership PROPER kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, disaksikan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (kiri) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta. (Foto dok PLN).

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – PLN Indonesia Power (PLN IP) meraih tujuh penghargaan PROPER Emas atau setara dengan 18% dari total 39 PROPER Emas, yang dianugerahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada perusahaan untuk kinerja sepanjang 2025.

Selain itu, PLN IP juga memperoleh 22 PROPER Hijau, menjadikannya sebagai peraih penghargaan terbanyak di lingkungan PLN Group. Penghargaan PROPER Emas merupakan predikat tertinggi dalam program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah melampaui ketaatan, melalui inovasi berkelanjutan dalam efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat secara konsisten.

Selain capaian tersebut, penghargaan Green Leadership PROPER juga berhasil diraih oleh Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.

Adapun unit PLN IP yang berhasil meraih PROPER Emas yakni PLTG Borang, PLTGU Priok, PLTP Kamojang Darajat, PLTP Gunung Salak, PLTA Mrica PB Soedirman, PLTA Mrica Wonogiri dan PLTGU Grati

Bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujar Dirut PLN Darmawan Prasodjo.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.

Komentar