Keliling 29 Provinsi, Calon Ketum BPP HIPMI Dorong Akses Pemerataan Pembiayaan Lebih Adil bagi Pelaku UMKM

Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI Anthony Leong memperlihatkan formulir pendaftaran di Sekretariat BPP HIPMI, Menara Bidakara 2, Jakarta, Rabu (8/4/2026)

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Bakal Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029 Anthony Leong menyoroti belum meratanya akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya di kelompok pengusaha menengah yang dinilai masih terabaikan dalam kebijakan ekonomi.

Anthony menyatakan, sistem perbankan nasional perlu lebih berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tidak hanya berfokus pada segmen tertentu.

“Jangan sampai akses permodalan hanya dinikmati pengusaha besar, sementara pengusaha menengah justru tidak tersentuh,” ucapnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti ‘donat’, yaitu pelaku usaha mikro dan besar mendapatkan berbagai fasilitas, namun pengusaha menengah justru berada di lubang yang kosong, tanpa perhatian. Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk bagi HIPMI ke depan.

“Saat ini banyak insentif untuk pengusaha mikro dan juga fasilitas untuk pengusaha besar. Tapi pengusaha menengah ini seperti tidak diperhatikan sama sekali,” tegasnya.

Anthony menambahkan, jumlah pelaku usaha di Indonesia mencapai sekitar 56 juta orang, namun proporsi yang berhasil naik ke kelas menengah masih sangat terbatas. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan dalam menciptakan struktur ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, pemerataan akses pembiayaan menjadi kunci untuk mendorong distribusi kesejahteraan yang lebih merata di masyarakat.

“Kita ingin distribution of wealth itu bisa lebih adil, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak,” ujarnya.

Ke depan, Anthony berharap HIPMI dapat berperan aktif mendorong kebijakan yang lebih inklusif, terutama dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha menengah agar mampu tumbuh dan naik kelas.

Sebelumya Anthony Leong resmi mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029. Ia menjadi pendaftar pertama dalam proses penjaringan tahun ini.

Pengambilan formulir dilakukan di hadapan Steering Committee (SC) HIPMI di Sekretariat BPP HIPMI, Menara Bidakara 2, Jakarta, Rabu (8/4). Anthony datang bersama tim pendukung.

Usai mendaftar, Anthony menegaskan visinya membawa HIPMI sebagai penggerak ekonomi nasional. Ia ingin organisasi ini mampu mendorong pengusaha muda naik kelas secara berkelanjutan.

“Kita yakini HIPMI harus menjadi mesin penggerak ekonomi nasional dan alat perjuangan pengusaha daerah,” ujarnya.

Anthony menilai peran HIPMI perlu diperluas. Organisasi itu tidak hanya menjadi wadah, tetapi juga ekosistem yang menopang pertumbuhan usaha dari skala kecil hingga besar.

Menurutnya, pengusaha daerah harus mendapat ruang lebih luas. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Pengusaha muda di daerah harus punya akses ke industri nasional,” katanya.

Selama delapan bulan terakhir, Anthony mengaku telah berkeliling ke hampir 29 provinsi. Dari perjalanan itu, ia menangkap aspirasi pengusaha daerah yang menginginkan akses lebih terbuka.

Ia juga menyoroti persoalan permodalan yang belum merata. Pengusaha menengah dinilai kerap berada di posisi yang kurang diperhatikan.

“Insentif itu seperti donat. Yang atas dapat, bawah dapat, tapi yang tengah sering terlewat,” ucapnya.

Karena itu, Anthony menyiapkan tiga fokus utama jika terpilih. Yakni memperkuat akses kolaborasi, jaringan bisnis, dan permodalan.

“Fokus kami bagaimana akses kolaborasi, networking, dan permodalan bisa lebih luas,” jelasnya.

Anthony juga berharap HIPMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menilai organisasi harus mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi nasional.

 

Komentar