Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Ketua DPP PDIP, Said Abdullah tak ambil pusing usai elektabilitas partainya tertinggal jauh dari Gerindra dalam survei elektabilitas partai yang dirilis lembaga Poltracking, Rabu (23/9).
Said mengaku tak kaget dan menganggap hasil survei sebagai dinamika yang lumrah. Bagi partainya, kata dia, yang terpenting adalah terus hadir di tengah masyarakat.
“Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita,” ujar Said di kompleks parlemen, Kamis (24/9).
“Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus jangan apa ya jangan lengah kita berjuang dan Insyaallah kita akan menang,” imbuhnya.
Ketua Badan Anggaran DPR RI itu lebih lanjut mengaku terus memantau hasil survei yang terus berubah dalam beberapa waktu terakhir. Sebelum rilis Poltracking, PDIP juga tertinggal dari Gerindra dengan selisih sekitar 5 persen.
Dia menganggap hal itu bagian dari dinamika yang biasa saja.
“Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2, 21 [persen] Gerindra, 17 [persen], hampir, 16,7 [persen] PDIP l. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11 [persen], Gerindra naik. Entar minggu depan Gerindra 27 [persen], PDIP 8 [persen], empat bulan lagi terus-menerus dimainkan surveinya,” katanya.
Gerindra menduduki posisi teratas dalam hasil survei Poltracking dengan elektabilitas sekitar 23,2 persen, dan unggul jauh dari PDI-P dengan perolehan 11,6 persen di peringkat dua.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi se-Indonesia, selama periode 14-20 September.
Di posisi ketiga ada Golkar dengan 10,4 persen, PKB sebesar 6,2 persen, Partai Demokrat di angka 6,1 persen, dan NasDem sebesar 4,4 persen.
Kemudian PAN sebesar 3,4 persen, PKS di angka 3,3 persen, PSI meraih 2,3 persen, dan PPP sebesar 1,9 persen.
Sementara, Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Sugiat Santoso mengaku tak mau jemawa usai unggul jauh dari PDIP di peringkat teratas elektabilitas partai di survei Poltracking, Rabu (23/9).
Gerindra, kata Sugiat, menghormati seluruh partai sebagai bagian dari demokrasi. Apalagi, menurut dia, elektabilitas selalu bergerak dinamis seiring dinamika dan persepsi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,” kata Sugiat saat dihubungi, Rabu (23/9).












Komentar