Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bersama Musa Rajekshah
Medan (B-Oneindonesia.com) – Pencopotan Musa Rajekshah atau Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara memicu gejolak internal dan perlawanan terbuka dari sejumlah kader partai berlambang pohon beringin tersebut.
Setelah terbitnya Surat Keputusan DPP Golkar Nomor: Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 tentang penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, Datok Ilhamsyah memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris DPD Golkar Sumut.
Penolakan terhadap keputusan DPP Golkar juga datang dari sejumlah Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota Salah satunya Ketua DPD Golkar Kota Pematang.Siantar, Mangatas Silalahi, yang secara terbuka menuding adanya dugaan kuat campur tangan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam pencopotan Ijeck.
Mangatas menilai keputusan DPP Golkar tersebut sarat kepentingan politik, khususnya untuk menghalangi langkah Ijeck agar tidak kembali maju dan terpilih sebagai Ketua Golkar Sumut dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.
“Saya berani menyampaikan bahwa pencopotan Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar Sumut diduga kuat ada campur tangan Bobby Nasution. Dengan cara ini, Ijeck tidak bisa ikut Musda, sekaligus membuka jalan bagi calon yang didukungnya serta mengamankan kepentingan politik menuju Pilkada 2030,” tegas Mangatas, Kamis (18/12/2025).
Ia juga mengkritik sikap Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang dinilai tidak mencerminkan nilai dan tradisi Golkar sebagai partai besar yang tidak dikendalikan oleh satu kekuatan atau figur tertentu.
Menurut Mangatas, di tengah duka masyarakat Sumatera Utara akibat berbagai bencana, keputusan DPP Golkar justru memperkeruh suasana dan memicu konflik internal partai.
“Ini sangat menyedihkan. Saat rakyat Sumut sedang berduka, pimpinan partai justru menciptakan kegaduhan di internal Golkar,” ujarnya.
Mangatas menegaskan tidak gentar apabila sikap perlawanan yang ia suarakan berujung pada pencopotan dirinya sebagai Ketua DPD Golkar Pematangsiantar.
“Saya tidak pernah takut dicopot. Saya yakin Tuhan akan menolong saya untuk menjaga agar Golkar tidak mudah diobok-obok oleh kekuatan di luar partai yang hanya mengandalkan kekuasaan,” katanya.
Ia juga mendesak jajaran pimpinan DPP Golkar agar tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya yang dinilai dapat merusak soliditas partai, khususnya di Sumatera Utara.
Mangatas menilai kepemimpinan Musa Rajekshah telah membawa Golkar Sumut kembali ke jalur yang benar. Dengan gaya kepemimpinan yang mengayomi, Ijeck dinilai mampu menyatukan kekuatan partai dari tingkat akar rumput hingga pengurus provinsi, sehingga Golkar berhasil raih kemenangan pada Pemilu Legislatif 2024.
“Dengan prestasi itu, pantaskah Ijeck dicopot? Sementara Ketua Umum Golkar saat ini justru belum menunjukkan prestasi nyata bagi kemajuan partai, baik di tingkat nasional maupun di Sumut,” pungkas Mangatas.
Belum ada konfirmasi kepada Bobby terkait tudingan bahwa dirinya ikut campur dalam pencopotan Ijeck sebagai Ketua Golkar Sumut.







Komentar