Penandatanganan MOU & Sosialisasi/Roadshow dalam Rangka Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Jakarta Pusat oleh Ketua Bawaslu Kota Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, S.Pi bersama Ketua STIH Iblam Prof. Dr. Angkasa, S.H, M.Hum di Kampus STIH IBLAM Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (17/09/25)
Jakarta(B-Oneindonesia.com) Dalam rangka membangun kesadaran politik mahasiswa, mendorong partisipasi aktif dan mewujudkan proses pemilu yang berkualitas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jakarta Pusat menyelenggarakan sosialisasi pengawasan partisipatif dan penandatanganan MOU pada Senin (17/09/2025) di Kampus Hukum STIH IBLAM Kramat Raya, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Kota Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, S.Pi menegaskan pentingnya pengawasan dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menyalurkan hak demokrasi melalui proses pemilu.
Menurutnya, mahasiswa Kampus IBLAM perlu ditanamkan pemahaman yang mendalam terkait urgensi partisipasi aktif dalam proses pemilu, karena harapan besar Bawaslu melalui sosialisasi ini adalah untuk merealisasikan jalannya proses pemilu yang bersih dan adil.
Ketua Bawaslu Jakarta Pusat, Christian Nelson Pangkey, S.Pi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini momentum tepat untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya lingkungan kampus.
“Bagaimana kita meramu, menggagas konsep dari masyarakat itu. Apa yang menjadi aspirasi kampus dan masyarakat itu sendiri,” ujarnya disela acara.
“Sehingga harapan masyarakat agar pengawasan pemilu berjalan dengan baik bisa terwujud,” tukasnya.
Christian mengemukakan, agar gagasan dalam revisi UU yang ada di putusan MK bisa dilaksanakan dengan baik, maka kampus harus dilibatkan secara penuh dan bekerja sama dengan penyelenggara pemilu yaitu Bawaslu dan KPU, sehingga menjadi satu kesatuan.
Dia juga menyatakan, selain di Kampus STIH IBLAM, hal serupa juga akan dilakukan di kampus lain. “Sehingga gagasan ini benar-benar menjadi aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Sementara, Ketua STIH Iblam Prof. Dr. Angkasa, S.H, M.Hum, mengutarakan, sosialisasi ini digelar agar mahasiswa lebih memahami secara konkrit praktek demokrasi, khususnya dalam pengawasan, seperti apa yang disampaikan secara akademik.
“Kalau secara teoritis kan sudah disampaikan dosen, tapi kali ini disampaikan oleh stake holder yaitu Bawaslu, yang memiliki kompetensi di bidang pengawasan,” tegasnya.













Komentar