Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Pelantikan pejabat negara kembali dilakukan di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH), menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 51 P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam prosesi pelantikan, Jumhur mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden.
Langkah ini menjadi sorotan publik, mengingat latar belakang Jumhur sebagai tokoh serikat pekerja nasional. Kini, ia dipercaya memegang tanggung jawab besar dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak ekologis di Indonesia.
Pelantikan ini menandai dinamika baru dalam struktur kabinet pemerintahan, sekaligus membuka babak baru dalam arah kebijakan lingkungan hidup di Indonesia.
Jumhur Hidayat Kado Hari Buruh dari Prabowo
Reshuffle kali ini menjadi panggungnya M. Jumhur Hidayat. Lima (5) anggota kabinet lainnya, katakanlah pengiringnya. Sebab, kelimanya hanya muka lama. Hanya tukar posisi saja, beda dengan Jumhur Hidayat.
Sempat dituduh dengan tuduhan makar, tapi Jumhur Hidayat dihukum 10 bulan karena penyebaran berita bohong di era Presiden Jokowi. Ditangkap bersama Syahganda dan Anton Permana, Desember 2020.
Penjara, Istana, Penjara, Istana, itulah jalan hidup seorang Jumhur Hidayat. Ia tergabung dalam KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) pimpinan Gatot Nurmantyo. Oposan di era Presiden Jokowi.
Jumhur Hidayat di penjara di era Orde Baru, lalu masuk istana di era Presiden SBY sbg Kepala BNP2TKI. Lalu masuk penjara lagi di era Jokowi dan masuk istana lagi di era Presiden Prabowo. Sebuah jalan hidup yang unik.
Jumhur Hidayat salah seorang aktivis buruh yang paling dihormati. Tahun lalu, peringatan Hari Buruh menjadi ajang puji sanjung terhadap Presiden Prabowo karena keberpihakannya. Bisa jadi Jumhur Hidayat dilantik sebagai menteri adalah kado buat Hari Buruh.
Agaknya Presiden Prabowo pandai sekali membuat keseimbangan antara optimisme dan pesimisme publik. Di tengah kebosanan publik melihat sosok Hasan Nasbi muncul optimisme pada Jumhur Hidayat.













Komentar