Peran Sufmi Dasco Jaga Keseimbangan Politik Bangsa

Jakarta(B-Oneindonesia.com)Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berhasil menavigasi dinamika politik dengan pendekatan yang inklusif dan moderat, sehingga tensi politik dapat dikelola dengan baik.

Dalam situasi politik nasional yang dinamis dan penuh tantangan, Indonesia membutuhkan figur-figur yang mampu mengorkestrasi dan memoderasi persatuan serta kesatuan bangsa.

Salah satu sosok yang dianggap memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas politik nasional adalah Sufmi Dasco Ahmad.

Sufmi Dasco Ahmad telah menunjukkan kiprah nyata dalam memperkuat persatuan bangsa melalui berbagai langkah strategis.

Beliau bukan hanya memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara berbagai kekuatan politik di Indonesia.

Salah satu peran penting yang dimainkan Dasco, adalah kemampuannya dalam menjaga hubungan yang harmonis antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Dasco dinilai berhasil menavigasi dinamika politik dengan pendekatan yang inklusif dan moderat, sehingga tensi politik dapat dikelola dengan baik demi kepentingan nasional.

Perannya ini mengingatkan kita pada figur-figur besar dalam sejarah Indonesia.

Peran Bang Dasco ini mengingatkan kita pada figur-figur besar nasional seperti Mohammad Roem dan Ali Moertopo, yang dikenal sebagai tokoh diplomasi dan perajut komunikasi politik yang efektif pada masanya

Selain itu, Sufmi Dasco Ahmad juga dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam menjaga stabilitas internal Partai Gerindra, serta dapat dengan mudah menjembatani komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, ia berperan dalam memastikan kebijakan-kebijakan strategis yang diusung pemerintah mendapatkan dukungan optimal dari parlemen, terutama dalam hal legislasi yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks ini, Dasco memiliki kesamaan dengan tokoh-tokoh seperti Adam Malik, yang dikenal sebagai negosiator ulung dalam menjaga kepentingan negara di berbagai forum nasional maupun internasional.

Di luar peran politiknya, Dasco juga banyak berkontribusi dalam berbagai isu kebangsaan, termasuk upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan stabilitas sosial.

Komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat terlihat dari berbagai inisiatif yang diambilnya untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.

Ditengah dinamika politik yang semakin kompleks, kehadiran figur-figur seperti Sufmi Dasco Ahmad sangat diperlukan.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga memiliki visi persatuan yang jelas dan kemampuan eksekusi yang efektif. Seperti halnya para tokoh besar di masa lalu yang menjadi perekat bangsa,

Beberapa peristiwa krisis politik yang terjadi di Tanah Air belakangan ini, Dasco justru sangat berperan sebagai pemadam krisis.

Seperti misalnya, saat rakyat memprotes secara masif rencana perubahan RUU Pilkada pada Agustus 2024 lalu, Dasco tampil di pihak rakyat dengan membatalkan pengesahan RUU tersebut oleh DPR sehingga krisis padam.

Kemudian dalam kasus kenaikan PPN dari 11% ke 12% Dasco dan anggota Komisi XI DPR bernegoisasi dengan presiden hingga kenaikan pajak ke 12% hanya untuk barang mewah.

Juga dalam kasus pagar laut Tangerang, di mana terjadi krisis konflik kepentingan nelayan dan rakyat secara luas dengan kekuatan oligarki, Dasco pun tegas menyatakan pagar laut harus dicabut.

Lalu, Dasco juga memimpin anggota Panja Haji Komisi VIII DPR untuk menurunkan tarif haji fsn bernegoisasi dengan pemerintah sehingga tarif naik haji pun bisa diturunkan.

Saat krisis gas 3 kg, Dasco menegaskan distribusi elpiji 3 kg dikembalikan ke pengecer dan warung-warung agar rakyat mudah mendapatkan

Terakhir terkait surat Dasco yang meminta penundaan pembahasan pemangkasan di DPR, langkah Dasco dapat dipandang sebagai mitigasi krisis.

Ketika pemerintah sedang melakukan rekonstruksi anggaran, sementara pada saat bersamaan DPR juga melakukan hal yang sama secara terpisah, dapat menimbulkan krisis antara pemerintah dan DPR karena akan terjadi konflik. Jadi, kalau melihat sepak terjang Dasco selama ini, beliau lebih tepat disebut sebagai pemadam krisis, yang sikapnya selalu merespons aspirasi rakyat.

Peran Bagi Pendidikan

Prof Sufmi Dasco juga sangat cepat merespon isu – isu pendidikan seperti soal bullying di sekolah yang mengakibatkan perilaku anarki siswa dan juga terbaru soal mengawal dua guru yang tadinya dipecat Gubernur

Beliau sangat sigap sehingga bukan saja persoalan ekonomi, politik jadi adem tapi juga sosial dan kependidikan menjadi concren beliau.

Seperti diberitakan, Dikawal Wakil Ketua DPR-RI Prof.Dasco, Prabowo Pulihkan Nama Baik Dua Guru di Luwu Utara

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi kepada dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yaitu Drs. Abdul Muis dan Drs. Rasnal, M.Pd. Hal itu dilakukan RI 1, setelah menerima aspirasi masyarakat dan berbagai pihak yang memperjuangkan pemulihan nama baik keduanya.

Keputusan tersebut diambil langsung Prabowo sesaat setelah tiba di Tanah Air usai kunjungan kenegaraan ke Australia. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, penandatanganan surat rehabilitasi dilakukan langsung oleh Prabowo di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025) dini hari WIB.

“Barusan saja Bapak Presiden sudah menandatangani surat rehabilitasi kepada Pak Rasnal dan Pak Abdul Muis, guru SMA yang dari Luwu Utara,” ujar Sufmi dalam keterangan pers kepada awak media.

Prof.Dasco menjelaskan, kedua guru tersebut sebelumnya diantar oleh masyarakat ke DPRD Sulsel di Kota Makassar., lalu diteruskan ke DPR RI, sebelum akhirnya difasilitasi untuk bertemu Prabowo.

Dengan diterbitkannya surat rehabilitasi tersebut, kata dia, pemerintah memulihkan nama baik, harkat, martabat, serta hak-hak kedua guru yang selama ini terimbas persoalan hukum.

“Dengan diberikannya rehabilitasi, dipulihkan nama baik, harkat martabat, serta hak-hak kedua guru ini. Semoga berkah, demikian,” ucap Prof. Dasco

Komentar