Oleh: Dewi Soraya Tambusai
Jakarta (B-Oneinsonesia.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kepemimpinannya dalam memperkuat peran strategis umat Islam bagi masa depan bangsa. Pemerintah menyiapkan lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan paling prestisius ibu kota, Bundaran Hotel Indonesia (HI), untuk pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan badan-badan Islam.
Kebijakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pernyataan sikap negara : bahwa ulama, dakwah, dan nilai-nilai Islam memiliki tempat terhormat di jantung Republik. Di tengah gedung-gedung simbol ekonomi dan kekuasaan, Islam hadir sebagai penuntun moral, penjaga persatuan, dan pilar peradaban.
Gedung ini dirancang menjadi pusat kekuatan umat tempat berkumpulnya ulama, cendekiawan, dan tokoh Islam untuk merumuskan arah dakwah yang moderat, membela kepentingan umat, serta menggerakkan ekonomi syariah yang adil dan berdaulat.
Langkah Presiden Prabowo ini menunjukkan kepemimpinan yang tegas, berani, dan berpihak pada persatuan bangsa. Negara tidak meminggirkan agama, justru menjadikannya mitra strategis dalam membangun Indonesia yang kuat, bermartabat, dan berkeadilan.
Umat Islam menyambut kebijakan ini dengan rasa bangga dan syukur. Ini adalah tanda bahwa suara ulama didengar, peran umat dihargai, dan masa depan Islam di Indonesia dibangun dengan visi besar.
Doa Penutup
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Berkahilah setiap langkah pemimpin kami yang berniat membangun bangsa dengan keadilan dan keimanan.
Jadikanlah pembangunan ini sebagai jalan kebaikan, penguat persatuan, dan sumber maslahat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lindungilah negeri ini dari perpecahan, kuatkan ulama dan pemimpin kami dalam kebenaran,
dan jadikan Indonesia negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.







Komentar