Hana Fadel Muahammad Ketua Umum IWAPI 2026-2031
Bandung (B-Oneindonesia.com) – Musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang digelar di Bandung menetapkan Hana Fadel Muahammad ketua umum IWAPI 2026-2023 secara aklamasi.
Hana yang menggantikan Nita Yudi setelah hasil Munaslub menolak laporan pertanggung jawaban dan memberhentikan kepengurusan sebelumnya karena dinilai melanggar ketentuan ARD – ART serta keuangan organisasi.
Kepetusan ini diambil dalam forum yang diikuti 27 DPD dari 37 provinsi.
Munaslub digelar atas usulan dua pertiga DPD dan dinyatakan memenuhi koyta forum. Dalam forum tersebut laporan pertanggung jawaban kepengerusan Nita Yudi diberhentikan dari jabatan ketua umum bersama jajaran pengurus DPP periode 2021-2026.
Munaslub yang dihadiri Dewi Motik selaku pendiri sekaligus Dewan Kehormatan, ia menyebut perjalanan IWAPI setengah abad yakni 51 tahun telah diwarnai dinamika organisasi, menurut dia hal yang normal. Dia berharap pergantian kepemimpinan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi.
“Enggak cocok, balik lagi, cocok banget, jalan terus. Itu namanya dinamika organisasi. Enggak ada organisasi yang bagus dan enggak pernah ngalamin kesel, baikan, musuhan, baikan lagi,” kata Dewi Motik di Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (30/10/2026).
“Lebih lanjut, Sekarang ini saya rasa cuma soal perbedaan saja untuk sementara, nanti balik lagi karena kita sudah setengah abad mengalami begini dan segala macamnya, kalau kita baik, tujuannya baik, enggak bakal bisa dipecahin sama siapapun
juga. Mau pendiri kek, mau apa, semua pengurus kalau kita punya niatan baik,kembali lagi baik. Itu pegangan kita, Aamiiinn,” ungkapnya.
Sementara ketua umum terpilih Hana Fadel Muhammad menegaskan komitmennya memperkuat daya saing pengusaha perempuan diseluruh Indonesia.
Ia juga menargetkan dalam pemberdayaan UMKM melalui transformasi digital dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
” Saya berkeinginan IWAPI organisasi wanita pengusaha harus bisa berdaya saing, kuat, dan dihargai di setiap wilayah daerah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah” . ujarnya.
Kenapa? Tanpa mereka menghargai kita, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga kita harus berkolaborasi kepada seluruh stakeholder,” kata Hana.
“Kita juga harus mengangkat UMKM yang memiliki transformasi digital. Yang pastinya, UMKM naik kelas merupakan target saya untuk seluruh DPD se-Indonesia. Kebetulan, syarat dari kita melaksanakan Munaslub atau Munas pun, kita harus datang sowan kepada salah satu pembina kita,” tegas Hana.
” Kita telah melaksanakan ke kementerian UMKM. Dan di sana kita bicara banyak mengenai UMKM yang ada di DPP IWAPI ini dan juga DPD IWAPI se-Indonesia” jelasnya.
“Kita punya UMKM kurang lebih hampir 31.000 UMKM
yang ada bersama kita. Sehingga kami harapkan, kita bisa dapat bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan, di mana mereka sangat membutuhkan perhatian dari kementerian. Dan juga pastinya pihak swasta yang akan memberikan dukungan untuk para UMKM naik kelas,” ujar Hana.
“IWAPI yang beranggotakan sampai 40.000 se-Indonesia, bisa lebih dipercaya lagi oleh pengusaha-pengusaha wanita Indonesia, Dan yang belum tergabung bisa ikut bergabung. Karena program-program IWAPI sangat bermanfaat untuk masyarakat dan sudah terasa di daerah. Dan perubahan IWAPI bisa mencapai target 50.000 sampai 60.000 pengusaha belum terdaftar di Indonesia dan bisa bergabung” tegasnya.







Komentar