Ketua Umum DPP BIMA, H. Syarif Hidayatullah, S.E., M.M bersama para pembicara diskusi peran pemuda menuju Indonesia emas di Darmawangsa, Jakarta (30/10/26).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Insan Muda (DPP BIMA) menggelar diskusi bertajuk Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang membahas pentingnya dalam kemandirian ekonomi, kreativitas, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Hadir sebagai pembicara Prof Musni Umar, Karyono Wibowo dan Diana Umar dengan moderator Abdulah Kerey.
Ketua Umum DPP BIMA, H. Syarif Hidayatullah, S.E., M.M., mengatakan generasi muda perlu mengubah pola pikir dalam membangun masa depan.
Menurutnya, peluang ekonomi tidak hanya dapat diperoleh melalui pekerjaan di sektor pemerintahan, tetapi juga melalui kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Ia mendorong anak muda untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sumber penghasilan.
“Jangan mengandalkan pemerintah saja. Menjadi pegawai negeri semua menjadi beban. Kreatiflah, menjadi UMKM atau memanfaatkan platform digital seperti YouTube. Itu semua bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Syarif.
Dorong Penguasaan Teknologi dan Keterampilan AI
Selain mendorong kewirausahaan, Syarif menilai penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda.
Menurutnya, pelatihan AI dan pengembangan kreativitas bisnis perlu diperluas agar pemuda mampu menciptakan peluang usaha sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas ekonomi nasional.
Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebutnya berada di kisaran 5,43 hingga 5,45 persen. Syarif berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen diperlukan untuk mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045.
Pembentukan Karakter dan Ancaman Sosial
Di luar persoalan ekonomi, Syarif menekankan pentingnya pembentukan karakter dan integritas generasi muda.
Ia mengingatkan sejumlah persoalan sosial, seperti judi online, pengangguran dan penyalahgunaan narkoba, yang dinilai dapat menghambat potensi generasi muda dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Kapolri dan jajaran kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba perlu didukung berbagai elemen masyarakat, terutama organisasi kepemudaan, guna melindungi generasi penerus bangsa.
Perkuat Sinergi Pemuda dan Pemerintah
Menutup agenda acara, Syarif berharap pemerintah semakin membuka ruang partisipasi bagi aktivis dan organisasi kepemudaan dalam pembangunan nasional.
Ia menilai pemuda memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penerus kepemimpinan bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, sosial dan perubahan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan diskusi tersebut, DPP BIMA berharap generasi muda dapat meningkatkan kapasitas diri, membangun kemandirian ekonomi, serta memanfaatkan dampak dari perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang baru.
Kemandirian, kreativitas dan karakter yang kuat diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera pada 2045.













Komentar