Wakil Ketua DPR Prof Sufmi Dasco Ahmad SH MH dan Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H bersama 11 Menteri, 8 Wakil Menteri, 3 utusan khusus presiden setingkat menteri hadiri Pembukaan Kongres Nasional ke IV KAI di Bandung, Senin (10/02/25).
Bandung (B-Oneindonesia.com) – Acara dimulai dengan pemberian kata sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua DPD KAI Jawa Barat, M Lukman Chakim, SH MH., yang dalam kata sambutannya Lukman mengatakan bahwa acara ini dihadiri oleh 35 DPD dan 100 % DPC se-Indonesia, dengan jumlah peserta hadir mencapai 500 orang.
Memberi kata sambutan selanjutnya Board of Trustee DPP KAI yang juga Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, SH MH. Dalam kesempatan itu Dasco mengatakan bahwa dalam acara pembukaan Kongres Nasional ini, selain dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung dan dirinya selaku Wakil Ketua DPR RI juga turut dihadiri 11 menteri, 8 wamen, 3 utusan khusus presiden setingkat menteri juga Forkopimda Jawa Barat dan Gubernur Jabar terpilih telah menjadikan KAI satu-satunya Organisasi Advokat yang sah dimata hukum yang didukung pemerintah dan berharap KAI menjadi Organisasi Advokat yang maju, profesional dan berintegritas.
“Perjalanan 17 tahun KAI bukanlah perjalanan yang mulus, setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya dan saat ini masanya KAI” tutur Sufmi Dasco.
Sambutan dilanjutkan oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung mengatakan bahwa untuk menjadi seorang Advokat harus memiliki 3 faktor, yakni daya intelektualitas, sklil/kemampuan dan integritas.
Advokat adalah profesi yang mulia, Officium Nobile, sama dengan penegak hukum lainnya maka tantangannya adalah bagaimana kita mencetak Advokat yang benar, profesional dan berintegritas.
Tantangannya bagaimana membangun diri agar bisa dihormati penegak hukum lain adalah menjaga integritas yakni satunya kata, perilaku dan perbuatan. Hukum itu sejatinya menginduk pada moral dan moral berakar dari agama, hukum ibarat kapal yang berlayar dilautan moral.
Lebih lanjut sambutan juga datang dari Wakil Menteri Hukum, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, SH MHum
“11 Menteri Kabinet Merah Putih, 8 Wamen, 3 Utusan Khusus Presiden, Forkopimda dan Gubernur terpilih Jawa Barat hadir dalam acara ini, menunjukkan bahwa ini acara yang dipandang penting dan istimewa, Advokat sebagai pengemban profesi mulia, bagi masyarakat umum adalah sebagai Pendidik Hukum, Peneliti Hukum juga Pemberi Bantuan Hukum kepada masyarakat” ujarnya.
“Oleh karena itu harus ada pola pendidikan bagi para calon Advokat dengan pendidikan khusus yang tentunya tidak dapat ditempuh dalam waktu yang sebentar, apabila dibandingkan dengan penegak hukum lainnya seperti Polisi, Jaksa, Hakim, mereka menempuh pendidikan bertahun-tahun sebelum dapat menjalani profesinya” tegasnya.
Lebih lanjut Wamen yang akrab disapa Eddy Hiariej ini mengatakan bahwa KAI ini luar biasa bahwa ‘tetangga sebelah’ ketika mengadakan acara hanya dihadiri oleh 3 Menteri saja, namun pada acara KAI ini dihadiri oleh 11 Menteri, 8 Wamen, 3 utusan khusus presiden setingkat menteri bahkan Ketua Mahkamah Agung bersama Pimpinan DPR turut hadir.
Pada akhirnya Eddy menyampaikan salam dan ucapan selamat Berkongres Nasional ke IV bagi seluruh anggota KAI dari Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H
“Seperti yang dikatakan pak Sufmi Dasco bahwa setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya, maka sudah saatnya kami mendukung KAI” tambah Kemendagri Tito Karnavian.
Selanjutnya berturut-turut memberikan kata sambutan Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua KADIN, Anindya Bakrie, Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, Menteri Perumahan dan Pemukiman Indonesia, Maruarar Sirait, Branch Marketing Google South East Asia, Mira Sumantri dan Sambutan Penutup diberikan oleh Presiden DPP KAI, Siti Jamaliah Lubis.
Dalam pidato sambutannya Erick Thohir Mengatakan bahwa kementrian BUMN akan melakukan MoU dengan KAI terkait perkara-perkara yang ada di BUMN, hal senada juga diungkapkan oleh Anindya Bakrie.
Sementara Raffi Ahmad mendukung KAI agar dapat membimbing anak muda menjadi lebih baik dan taat akan hukum, “the best KAI love you” demikian tuturnya yang disambut riuh tepuk tangan
Hal senada disampaikan oleh Natalius Pigai yang mengatakan KAI harus menjadi garda terdepan dalam Hak Asasi Manusia dan Pigai mengatakan mendukung KAI sebagai Organisasi Advokat yang berintegritas.
Sedangkan Maruarar Sirait, mengatakan kebanggaannya hadir dalam acara Munas KAI dan berharap KAI dapat menjaga integritas dan profesionalismenya, tetap berkhidmat kepada kepentingan negara dan bangsa.
Sedangkan Mira Sumantri, mengatakan Google akan selalu mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya dan meratakan kesejahteraan rakyat guna mendukung KAI menjadi organisasi Advokat yang Besar, Profesional dan bermartabat.
Dikatakan Siti Jamaliah Lubis menekankan perlunya soliditas dan profesionalisme juga menjaga etika dalam profesi dan KAI akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah yang mensejahterakan Rakyat dan KAI siap menjadi garda terdepan untuk memberikan bantuan hukum kepada rakyat kecil yang membutuhkan. (JFS)







Komentar