Jakarta (B-Oneindonesia.com) – TUNTUTAN, tantangan dan persaingan antar-surat kabar semakin ketat. Dunia media pun kini semakin marak. Kecepatan tidak lagi diukur dengan batasan hari tetapi sudah jam, menit bahkan tiap detik. Apalagi dengan semakin ganasnya media sosial.
Sedikitnya terdapat empat faktor yang mendorong dan memberi pengaruh bagi dinamisme yang terjadi tersebut:
1. Kemajuan teknologi;
2. Perubahan gaya hidup masyarakat khususnya dalam memperoleh informasi;
3. Respons industri media
4. Perkembangan dunia jurnalistik di tengah berkembangnya dinamika baru itu.
Dinamika baru itu memunculkan wacana: bagaimana wajah dunia media massa mendatang, bagaimana kerja para wartawannya dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana di tengah semarak pertumbuhan media baru, media tradisional (cetak) bisa bertahan: punya napas panjang.
Perkembangan itu mengisyaratkan bahwa media cetak (studi kasus Harian Sinar Harapan) tidak bisa lagi mengandalkan hanya pada “breaking news” atau berita hari ini harus terbit hari ini juga tetapi harus juga berpikir untuk memadukan dengan saluran media lainnya seperti media daring (online).
Dinamika yang terjadi begitu cepat akhirnya membuat media cetak melakukan sejumlah perubahan terutama di redaksional. Perubahan itu mengacu kepada perubahan gaya hidup masyarakat khususnya perkotaan dalam memperoleh informasi.
Intinya di era yang bisa dikatakan amat menentukan itu, pengelola suratkabar mau tidak mau, siap tidak siap, harus mengerahkan segala daya untuk survive dari kepungan zaman yang amat hebat ini.
Karena itulah: pilihan konvergensi media menjadi sesuatu yang mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Konvergensi diartikan “membawa sejumlah produk media menjadi satu kesatuan dengan mendapatkan semua keunggulan masing-masing”.
Ide konvergensi media mengajak orang untuk membayangkan masa depan, di mana semua konten disimpan secara digital, disampaikan melalui jaringan dan diakses melalui alat elektronik.
Alur dasarnya konvergensi media diterminologikan sebagai 3 C yakni Content (materi isi), Computing (memasukkan data melalui komputer) dan Communication (komunikasi).
Manajemen konten dan keredaksian menjadi pondasi dasar konvergensi media. Digitalisasi juga mengimplikasikan produksi berita yang lebih efektif, praktis dan cepat.
Manajemen redaksi di era konvergensi media mensyaratkan adanya kerjasama erat interpersonal, dengan personel yang multitasking. Sebuah newsroom akanlah sangat baik dan lebih cepat dari optimal, jika personelnya dilengkapi kecakapan-kecakapan lebih dari kemampuan dasar jurnalis.
Sesuai dengan tipologi media konvergensi dan keunikannya masing-masing maka kemampuan jurnalis di dalam newsroom selayaknya adalah:
1. Kemampuan menulis berita untuk berbagai platform media dengan penguasaan topik berbeda pula
2. Kemampuan menulis sekaligus mengedit elemen spesifik jurnalisitik. Juga berkemampuan menulis beragam bentuk berita, feature, straight news dan analisis lainnya.
3. Kemampuan menganalisa sekuensial dan topik serta logik serta objektifitas yang baik terhadap objek pemberitaan. Menguasai elemen Kode Etik Jurnalistik.
4. Kemampuan berkomunikasi atau menguasai bahasa asing, setidaknya pasif.
5. Kemampuan menggunakan kamera atau teknologi informasi lainnya seperti perangkat audio-video.
6. Kemampuan mengedit hasil pemotretan atau pengampilan audio-video dengan penguasaan komputer yang cukup.
Dengan perubahan redaksional demikian maka peran lebih redaktur dituntut lebih banyak. Secara makro redakturlah yang bertugas utama “menjahit” dan menugaskan serta mengarahkan reporter/fotografer/koresponden.
Redaktur tidak lagi pasif. Hanya menunggu berita dari reporter dan memberikan arahkan sekenanya. Redaktur harus aktif memberikan masukan. Dia juga aktif mengikuti isu sehingga tahu mana angle terbaik untuk sebuah pelaporan kejadian. Angle bisa diartikan sudut pandang atau fokus atau sisi tertentu yang dipilih untuk menyoroti sebuah peristiwa agar lebih menarik, tajam dan mudah dipahami pembaca. Selain itu, redaktur harus menjadi gatekeeper yang handal. (Norman Meoko)







Komentar