Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah
Serang (B-Oneindonesia.com) – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, dalam sambutannya pada rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, tidak secara eksplisit menyinggung tentang “wartawan bodrek” dan “seperti Pak Ogah”. Namun, terdapat pernyataan Wagub Banten sebelumnya yang menuai kontroversi karena menyinggung istilah “Wartawan Bodrek”. Istilah ini dapat melukai perasaan para jurnalis yang bertugas mengawal demokrasi dan kebijakan publik secara kritis dan konstruktif.
Seharusnya Dimyati selaku publik figur bisa mengontrol diri, atau introspeksi sebelum ia melemparkan kata-kata yang sedikit membuat kecewa para insan jurnalis di Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Dengan gaya yang santai sambil tersenyum, Dimyati seolah menganggap semua wartawan bekerjanya hanya mikirin duit dan duit, tidak ada karya nyatanya dan mirip sekali dengan Pak OGAH.
Dalam kesempatan lain, Wagub Banten justru menekankan pentingnya peran pers sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, kontrol atas kebijakan, dan mengabarkan informasi kepada publik. Ia juga mengapresiasi peran penting pers dalam menyampaikan kebenaran dan memerangi hoaks.
Pada peringatan HPN 2026, Wagub Banten mengajak insan pers untuk memperkuat sinergi dan berperan aktif mengawal pembangunan daerah. Ia juga menekankan bahwa kritik dan masukan dari media massa sangat penting dalam menjalankan pemerintahan yang baik







Komentar