Klarifikasi Aparat TNI & Polri Usai Tuding Pedagang Jual Es Kue Berbahan Spons: “Kami Terlalu Cepat Menyimpulkan”

“Aparat TNI dan Polri yang sempat mengamankan penjual es kue jadul di Utan Panjang, Kemayoran, mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Video yang sempat viral terkait tudingan es kue jadul berbahan spons itu pun dipastikan keliru”.

Anggota TNI dan Polri mengakui terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menangkap pedagang es gabus karena jualannya diduga mengandung spons

– Aparat TNI/Polri minta maaf karena salah tangkap pedagang es gabus tanpa bukti ilmiah.

– Tindakan awal aparat adalah respons cepat terhadap laporan masyarakat tentang dugaan bahaya.

– Hasil pemeriksaan Dokkes/Dokpol memastikan es gabus aman dikonsumsi dan tidak berbahaya.

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Anggota TNI dan Polri mengakui terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga menangkap pedagang es gabus karena jualannya diduga mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci, pada Sabtu (24/1).

“Kami di lapangan telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri,” kata Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat Aiptu Ikhwan Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Mereka pun memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada pedagang es atas nama Sudrajat karena terdampak langsung dalam peristiwa itu. Dia memastikan tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik.

Dia juga menjelaskan tindakan awal merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka.

Menurut dia, sebagai petugas di lapangan yang mendapat informasi tersebut, maka pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian dan mengecek kebenaran informasi itu.
Kehadiran mereka, kata Ikhwan, sebagai bentuk tanggung jawab aparat dalam menjaga keselamatan warga yang mulai resah.

“Niat kami semata-mata untuk mengedukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” ujarnya.

Viral Aparat Tuding Pedagang Jual Es Kue Bahan Spons

Sebelumnya, Polisi memastikan es gabus yang belakangan ini viral di media sosial, aman, layak konsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Minggu (24/1).

Kepastian ini didapatkan setelah Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dari pedagang.

Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci, yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan anggota babinsa dan bhabinkamtibmas tengah mengintrogasi seoranng penjual es kue jadul. Dalam video tersebut kedua anggota tersebut menuding dagangan penjual es yang berusia sepuh itu menggunakan spons.

“Assalamualaikum saya bersama pak babinsa ini kita dapat penjual es kue jadul. Sekarang harap hati-hati ya bagi orang tua karena ini udah rekayasa bukan bahan kue lagi atau pudding tapi bahan spons.” kata seorang apparat polisi seperti dikutip dari unggahan ulang akun Instagram lambeturah, Selasa 27 Januari 2026.

Aparat kepolisian tersebut kemudian membakar es kue dagangan sang kakek menggunakan korek api. Menurutnya, jika es tersebut terbuat dari spons, maka akan mudah meleleh saat dibakar.

“Ini bisa kita lihat bahan spons kalau dibakar dia meleleh. Ini spons ya, dibakar meleleh dia,” kata dia.

Sementara itu anggota tentara yang ikut sidak bersama anggota polisi itu kemudian meremas es kue jadul itu. Dia kemudian meminta penjual es kue jadul itu untuk memakan es dagangannya sendiri. Bahkan sang anggota tentara itu menyebut sang pedagang harus memakan habis dagangannya dengan alasan agar anak-anak tidak menjadi korbannya.

“Makan ni makan habisin kamu telen. Yang modar biar kamu, jangan anak-anak kecil kasihan itu, telan!,” kata sang aparat tentara itu.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim keamanan pangan atau security food Dokpol Polda Metro Jaya terhadap sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses menunjukkan bahwa makanan tersebut dipastikan aman dan layak konsumsi.

Komentar