Prabowo Gelar Diskusi Semalam Suntuk di Hambalang, Najwa Shihab & Mardigu Wowiek, Chatib Basri, Retno Pinasti, Rizal Mallarangeng Jadi Tamu Istimewa

Bogor (B-Oneindonesia.com)- Suasana malam di kawasan Hambalang, Bogor, Selasa (17/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026) dini hari terasa berbeda. Bukan pesta atau perayaan, melainkan sebuah forum diskusi santai namun sarat makna yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Selama 6,5 jam, dari pukul 19.00 hingga 01.30 WIB, kediaman pribadinya berubah menjadi ruang dialog eksklusif bersama sejumlah tokoh pilihan .

Duduk melingkar dalam format meja bundar yang hangat, Presiden tampak didampingi oleh deretan wajah-wajah familiar. Ada ekonom kenamaan sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, pengamat geopolitik Mardigu Wowiek Prasantyo, pendiri Freedom Institute Rizal Mallarangeng, hingga dua jurnalis senior: Najwa Shihab dan Retno Pinasti (Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar) .

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar pertemuan biasa.

“Ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai arah pemerintah dalam menghadapi tantangan dan menjawab berbagai pertanyaan penting yang menjadi perbincangan publik,” ujarnya, Kamis (19/3/2026) .

Di antara deretan isu global dan kebijakan strategis yang dibahas, ada satu momen yang menarik perhatian, terutama ketika tiba giliran Najwa Shihab angkat bicara. Dengan gaya khasnya yang lugas namun tetap santun, jurnalis pendiri Narasi itu tidak melewatkan kesempatan untuk menyoroti isu dalam negeri yang sedang panas: kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus .

Momen tanya-jawab ini kemudian diabadikan dan diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab. Dalam cuplikan wawancara yang digelar di Hambalang tersebut, Najwa menyuarakan kegelisahan publik yang mulai mempertanyakan menyempitnya ruang aman bagi individu yang menyuarakan kritik. Ia menyoroti bagaimana kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis dalam setahun terakhir kerap tidak terungkap hingga ke dalang utamanya .

Pertanyaan Najwa mengarah pada inti persoalan: bagaimana komitmen pemerintah mengungkap kasus ini sampai tuntas, dan apakah ada jaminan bahwa pelaku jika terbukti dari kalangan aparat tidak akan dilindungi?

Presiden Prabowo yang selama ini dikenal dengan gaya bicara blak-blakan, sama sekali tidak ragu menjawab. Dengan nada tegas, ia menyebut serangan terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa.

“Ini terorisme. Tindakan biadab. Harus kita kejar dan usut sampai ke pelaku, bahkan siapa yang menyuruh dan membiayai,” tegas Prabowo dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab .

Yang lebih menggembirakan, Presiden memberikan jaminan kuat bahwa tidak akan ada perlindungan bagi oknum aparat yang terbukti terlibat.

“Yang berseragam tidak akan dilindungi. Tidak ada impunitas,” ujarnya, merespons langsung kekhawatiran yang selama ini mengemuka di publik .

Pernyataan ini tentu menjadi angin segar, mengingat kasus ini melibatkan empat prajurit TNI aktif yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Puspom TNI. Presiden memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tidak ada ruang bagi siapa pun untuk berlindung di balik seragam .

Sepanjang 6,5 jam diskusi, tidak hanya isu dalam negeri yang dibahas. Percakapan juga merambah ke dinamika geopolitik global dan kebijakan strategis pemerintah. Mardigu Wowiek dengan latar belakangnya sebagai pengamat geopolitik turut memberikan pandangan tentang posisi Indonesia di tengah ketegangan dunia, sementara Chatib Basri mengupas aspek ekonomi dan kebijakan fiskal .

Yang menarik, pertemuan ini bukanlah seremoni formal. Dari foto-foto yang diunggah di akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, terlihat suasana benar-benar cair. Meja bundar dipenuhi buku, dokumen, dan alat tulis seperti ruang diskusi akademis yang hangat .

Angga Raka menambahkan bahwa forum ini menjadi langkah konkret dalam membangun optimisme nasional.

“Presiden turut berkomitmen penuh untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa, sekaligus mengajak semua pihak untuk bahu-membahu membangun negeri,” pungkasnya .

Diskusi malam hingga dini hari ini membuktikan satu hal bahwa pemerintahan Prabowo membuka diri terhadap dialog kritis. Mengundang jurnalis seperti Najwa Shihab yang terkenal dengan pertanyaan-pertanyaan tajamnya, serta memberikan ruang untuk membahas isu-isu sensitif seperti teror aktivis, menunjukkan keberanian untuk dikritik dan diawasi.

Publik kini menanti apakah kata-kata tegas di atas meja bundar akan berbanding lurus dengan aksi di lapangan. Kasus Andrie Yunus menjadi ujian pertama bagi komitmen “tidak ada impunitas” yang telah dicanangkan.

Komentar