Menhan, Panglima TNI, Kepala BIN, Kasad hingga Kapolri Datangi Hambalang Malam Hari

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih ke Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026). (Dok. Tim Media Prabowo)

Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah pejabat tinggi negara di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu (2/5/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu membahas berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah tetap berjalan optimal.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, rapat tersebut menjadi forum koordinasi penting bagi jajaran Kabinet Merah Putih dalam merespons dinamika nasional.

“Pertemuan ini membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah aspirasi dari serikat pekerja di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah, kata Teddy, menaruh perhatian serius terhadap masukan dari kalangan pekerja sebagai bagian dari upaya merumuskan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.

Selain itu, isu pendidikan juga menjadi fokus pembahasan. Pemerintah mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pemanfaatan fakultas teknik. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Terutama melalui pemanfaatan fakultas teknik di perguruan tinggi tersebut,” kata Teddy menegaskan.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala BIN Herindra, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, KSAL Muhammad Ali, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi

Selain itu, hadir pula Kepala Bakom Muhammad Qodari, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa.

Rapat di Hambalang ini mencerminkan intensitas koordinasi pemerintah dalam merespons berbagai tantangan nasional, sekaligus memastikan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan kebijakan strategis.

Presiden Prabowo semalam masih terus mengadakan rapat terbatas, meski libur akhir pekan.

Presiden terus memantau situasi luar negeri dan dalam negeri dengan seksama dan intens. Padahal, baru saja beliau mengikuti rangkaian peringatan Hari Buruh yang padat. Negara harus menjamin kehidupan rakyatnya.

Untunglah, Presiden kita sejak puluhan tahun sudah terbiasa menghadapi fitnah, cacian, cemoohan, dan lain-lain, sehingga apa pun yang dikatakan, dituduhkan, beliau bisa santai dan tak sedikitpun kehilangan fokus.

Bahkan, orang yang ingin menggulingkannya pun dipersilakan untuk melakukan langkah-langkah itu. Sama sekali tak terlihat ingin menggunakan hal-hal yang bisa dianggap sebagai penggunaan kekuasaan.

Sudah begitu dianggap pula 53% orang takut berbicara politik. Dan hanya 38% saja yang berani berbicara politik. Lebihnya mengaku tidak tahu. Padahal, tak hanya bicara politik, fitnah dan caci-makin pun bebas.

Ada mahasiswa yang menghina Presiden diproses hukum, justru Presiden minta dilepaskan. Dikatai bodoh biasa saja. Malah yang mengatai bodoh merasa diteror. Situasi seperti memang anomali, tapi mau apa lagi?

Ada yang mengatakan, jangan sampai kesabaran Presiden habis. Bagaimanapun ia mantan kombatan. Menurut saya pernyataan ini juga salah, ada nada kesal dan ancaman. Menurut saya kesabaran sudah sampai ubun-ubun, bukan sebaliknya. Semoga Indonesia terus membaik.

Komentar