Washington (B-Oneindonesia.com) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar pengeboran minyak di negaranya dilakukan secara besar-besaran saat ini juga. Seruan itu disampaikan dalam akun pribadinya di Truth Social, Senin (23/6) malam waktu Indonesia. Kepada Departemen Energi, “NGEBOR, AYO NGEBOR!!! SEKARANG JUGA!!!” katanya.
Seruan itu dilontarkan Trump di tengah ancaman Iran yang berencana menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Banyak eksportir dan importir berbagai negara melewati jalur ini.
Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), lebih dari 20 persen konsumsi minyak harian dunia—sekitar 18 hingga 20 juta barel per hari melewati Selat Hormuz. Negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Iran mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat ini. Qatar, pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar dunia, juga mengirim hampir seluruh volumenya melalui jalur yang sama.
Televisi pemerintah Iran mengumumkan dimulainya gencatan senjata dengan Israel. Pengumuman ini disampaikan Iran meski Israel masih peringatkan warganya tentang rentetan rudal baru yang ditembakkan dari Iran.
Dikutip dari AP, Selasa (24/6), televisi pemerintah Iran mengumumkan gencatan senjata dalam sebuah gambar di layar. Namun, Iran tidak mengomentari rentetan rudal yang ditembakkan ke arah Israel, tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata.
Berbagai laporan mengumumkan Iran telah menyepakati gencatan senjata yang diusulkan Trump. Trump bahkan dilaporkan meminta Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani agar melobi Iran sepakati gencatan senjata. Berbagai laporan juga sempat mengungkapkan Al Thani berhasil memastikan Iran menyepakati gencatan senjata.
Setelah hampir dua pekan saling balas serangan, Israel akhirnya menyatakan menerima gencatan senjata atas permintaan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan resmi pertamanya, pemerintah Israel menyebut seluruh tujuan militernya telah tercapai, mulai dari “menghancurkan ancaman eksistensial” hingga “menguasai wilayah udara Teheran”.
Israel pun berterima kasih kepada AS atas dukungan militernya, dan menegaskan akan menanggapi dengan tegas jika gencatan ini dilanggar.
Sementara itu, Iran juga mengumumkan dimulainya gencatan, namun belum mengomentari soal rentetan rudal yang sempat diluncurkan Israel beberapa jam terakhir.
Di tengah proses gencatan, Israel masih mengeluarkan enam peringatan serangan udara. Di kota Beer Sheva, empat orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal. Situasi tetap tegang—dan publik dunia masih menahan napas.











Komentar