Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Kala impian mendapatkan pekerjaan sering kali berubah menjadi jerat penderitaan. Di Muara Baru, Jakarta Utara, praktik eksploitasi calon Anak Buah Kapal (ABK) terungkap melalui skema jebakan utang (debt bondage) yang dirancang halus oleh para agen perekrut.
Pola penipuan ini umumnya bermula dari unggahan lowongan kerja di media sosial.
Para pencari kerja yang terdesak secara ekonomi dan tidak memiliki biaya transportasi justru dibujuk dengan kemudahan serta fasilitas awal. Namun, keramahan tersebut hanyalah pintu masuk menuju keterikatan finansial.
Iptu Ade Irwan Sunandar mengungkapkan bagaimana para agen memanfaatkan kondisi rentan para calon pekerja sejak awal kedatangan mereka.
“Perangkap utang ini banyak kejadian di Muara Baru ini, jadi lewat sosmed, diiming-imingi kerja, dia kan kontak, ‘nih saya nggak punya duit’, ‘udah kamu datang ke sini aja, nanti di sini dilayanan’,” kata Ade Irwan.
Begitu calon pekerja tiba, agen langsung menyediakan tempat tinggal dan makanan. Sikap manja dan perlakuan manis ini bertujuan agar calon pekerja merasa aman, padahal seluruh biaya pengeluaran tersebut dicatat sebagai utang pribadi.
“Kamu walaupun nggak punya duit datang ke sini nanti kita sebagai agen akan bantu fasilitasi. Berangkatlah mereka ke Muara Baru dikasih makan, pokoknya di-enakin lah, padahal itu jebakan utang,” ujarnya.
Beban finansial tak berhenti di situ. Agen terus menumpuk biaya pengurusan dokumen hingga ongkos keberangkatan kapal yang pada akhirnya dipotong langsung dari pemotongan gaji bulanan korban.
“Tadi perangkap utang, korban dibebani biaya keberangkatan, pengurusan dokumen, yang kemudian dipotong langsung dari gaji bulan mereka,” lanjut Ade Irwan.
Jerat tersebut makin kokoh ketika agen menyita seluruh dokumen identitas asli korban. Praktik penahanan dokumen ini sengaja dilakukan agar para pekerja tidak bisa melarikan diri atau mencari bantuan.
“Sehingga mereka terikat biar tidak bisa keluar, lanjut penahanan dokumen resmi agar korban tidak bisa melarikan diri,” pungkasnya.
Modus eksploitasi di Muara Baru ini menjadi peringatan keras akan maraknya praktik perbudakan modern dalam sistem perekrutan ABK.
Tanpa perlindungan hukum dan pengawasan ketat terhadap agen perekrut, para pekerja berisiko terus menjadi korban eksploitasi di tengah jerat utang yang sengaja diciptakan.







Komentar