Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Keputusan presiden dibacakan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
“Mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Prasetyo. Dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/5/2026).
Selain itu, Prabowo juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
“Kepada tiga pimpinan BGN yang baru kami berharap untuk segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas Kementerian dan lembaga,” lanjutnya.
Prabowo juga memerintahkan pimpinan BGN yang baru untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
“Tentu saja memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, serta memastikan program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Sebelumnya Kepala BGN Prof Dadan adalah dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia juga dikenal sebagai seorang entomologis Indonesia.
Di bidang akademis, sejumlah karya tulis dari Prof Dadan juga cukup terkenal. Tak heran karya tulisnya kerap masuk di jurnal-jurnal science.
Sekadar diketahui, pembentukan BGN mengacu Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. BGN dibentuk untuk menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai upaya mencegah stunting. Lewat badan ini, Prabowo-Gibran ingin pemenuhan gizi bagi rakyat, dari anak bayi, siswa sekolah, sampai ibu hamil benar-benar terpantau.
Fungsi Badan Gizi Nasional adalah koordinasi, penetapan kebijakan teknis, penyediaan, penyaluran, promosi dan kerja sama, dan pengawasan pemenuhan gizi. Selain itu, ada pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Presiden namun tidak dijelaskan rinci.
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier profesional sebagai wartawan di Tabloid Bangkit sebelum kemudian meniti karier di berbagai perusahaan media nasional.
Kariernya berkembang tak hanya sebagai jurnalis, tetapi juga di level manajemen media.
Berdasarkan Data Pers 2014, Nanik pernah menjabat sebagai Pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media, seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membuat Nanik dikenal aktif mengikuti berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik. Ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Nama Nanik mulai mendapat perhatian lebih luas saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Saat itu ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya masuk dalam jajaran pemerintahan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029.
Pada Juni 2025, Nanik juga sempat ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi wakil kepala BGN sekaligus diberhentikan dari jabatannya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan Presiden Prabowo untuk menunjuknya sebagai pimpinan baru lembaga tersebut
Dalam restrukturisasi pimpinan BGN kali ini, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Keduanya akan mendampingi Nanik dalam menjalankan tugas dan program-program strategis Badan Gizi Nasional ke depan.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan di BGN diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi selama hampir satu setengah tahun. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas lembaga dalam menjalankan program-program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Dengan penunjukan ini, Nanik S. Deyang resmi menjadi perempuan pertama yang memimpin Badan Gizi Nasional. Ia kini mengemban tanggung jawab besar untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan pelaksanaan program-program gizi nasional guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.













Komentar