Jakarta(B-Oneindonesia.com) –Komisi XI DPR yang membidangi perbankan, Melchias Markus Mekeng mengaku kaget, mendengar kabar bobolnya rekening dana nasabah (RDN) milik PT Panca Global Sekuritas (PGS) yang disimpan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Apalagi nilainya besar, sekitar Rp70 miliar.
“Ini menyangkut reputasi BCA sebagai bank besar di tanah air yang juga potret bagi perbankan nasional. Pihak BCA harus segera membentuk tim investigasi internal, bagaimana kok bisa bobol, itu dana. Besar pula nilanya,” kata Mekeng, Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Apalagi, lanjut politikus senior Partai Golkar itu, perbankan bisnis yang berkaitan dengan kepercayaan. Ketika masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada sebuah bank, apalagi bank-nya masuk papan atas, berdampak pada perekonomian nasional.
Kekhawatiran Mekeng, masuk akal. Karena BCA adalah bank papan atas. Asetnya saja mencapai Rp1.466 triliun per Juli 2025. Bisa dibayangkan jika kepercayaan masyarakat luntur, dampaknya bisa ke mana-mana.
“Makanya akan kita pantau perkembangannya, karena ini kan menyangkut dana konsumen. Jadi, kalau ada keterlibatan nasabah atau orang dalam, ya harus diungkap. Biar semuanya terang benderang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Mekeng mendorong Otoritas Jasa Perbankan (OJK) yang berwenang dalam pengawasan perbankan, bertindak cepat. Apakah memang ada kelemahan IT di BCA, atau memang ada permainan yang melibatkan sejumlah pihak.
“Ingat, enggak ada orang yang benar-benar bersih di dunia ini. Kita minta OJK juga bisa transparan. Pihak BCA jangan beri pengganti sebelum jelas duduk perkaranya,” imbuhnya.
Ihwal bobolnya RDN milik PT Panca Global Sekuritas (PGS), anak usaha PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), terungkap pada Selasa (9/9/2025). Ditemukan aktivitas mencurigakan berupa penarikan dana lumayan besar, terjadi berulang-ulang dalam durasi singkat.
Direktur PEGE, Trisno Limanto mengatakan, transfer sejumlah dana ke pasar modal, di luar tujuan. Karena, sudah ada daftar atau daftar pihak-pihak untuk transaksi transfer.
“Pengalihan dana dengan tujuan di luar rekening yang telah didaftarkan sebelumnya oleh PGS (whitelist). Dugaannya, transfer keluar dilakukan melalui BCA Klik Bisnis,” kata Trisno, dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/9/2025).
Asal tahu saja, Klik Bisnis merupakan fitur internet banking dari Bank BCA yang dirancang khusus untuk nasabah bisnis. Memudahkan bisnis nasabah dalam mengelola keuangan perusahaan secara efisien dan aman. Dapat diakses dengan komputer atau laptop.
Layanan ini memungkinkan berbagai transaksi perbankan seperti transfer dana, pembayaran tagihan, cek saldo hingga pembuatan laporan keuangan secara online. Jadi, bisa menghemat waktu dan tidak perlu repot harus datang ke cabang BCA
Dan setiap investor di pasar modal wajib memiliki RDN agar bisa bertransaksi. Intinya, RDN memudahkan investor dan perusahaan sekuritas dalam jual beli saham, reksadana, obligasi dan efek lainnya.
Trisno mengatakan, manajemen PGS masih menghitung nilai kerugian dari transaksi gelap tersebut. Diinformasikan sebelumnya, RDN mlik PGS kebobolan sekitar Rp70 miliar.
“Manajemen PGS telah melakukan tindakan pada 10 September 2025 dengan mengembalikan dana pada RDN yang terdampak,” ujar Trisno.
Terkait kasus ini, Sekretaris Perusahaan BBCA, I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan, sedang melakukan investigasi atas kejadian ini.
“BCA sedang melakukan investigasi mendalam, terhadap kejadian tersebut. Tentunya bersama dengan perusahaan sekuritas terkait,” kata Ketut, dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Dia memastikan, sistem BCA dipastikan dalam kondisi aman. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan sekuritas dan institusi penerima dana.
“BCA berkomitmen mendukung investigasi dari seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Ketut mengatakan, BCA menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis dalam pengamanan data. Di sisi lain, BCA juga memitigasi risiko agar keamanan data dan transaksi digital nasabah terjamin.
Sebenarnya, bukan kali ini saja, terjadi dana nasabah BCA dibobol. Pada tahun 2023, rekening tabungan senilai Rp320 juta di BCA, dibobol. Menunjukkan lemahnya sistem digital BCA.
Kala itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, KTP, Kartu ATM, buku tabungan serta nomor PIN adalah ‘nyawa’ kedua yang harus dijaga dengan baik.
Nasabah jangan mudah menyebarkan nomor-nomor di kartu identitas ke pihak manapun, termasuk kerabat bahkan orang terdekat.
“Namanya KTP, kartu ATM, buku tabungan, serta nomor PIN itu nyawa kedua. Makanya para nasabah harus bisa menyimpannya dengan baik,” ucap Jahja, Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Jahja bilang, seseorang bermodalkan kartu ATM dan nomor PIN, ketika dihadapkan dengan mesin ATM, bisa langsung menarik dana tunai Rp10 juta.
“Selain itu, bisa transfer ke bank lain sebesar Rp25 juta sampai Rp50 juta lewat ATM,” ujarnya.













Komentar