Ketua Umum Relawan Gatot Kaca Prabowo Gibran, Indra Simarta dalam forum diskusi Berani Bicara, yang digelar di Rumah Besar Gatot Kaca, Jalan Pattimura 11, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 6 Agustus 2025.
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Komitmen tegas Kementerian Perumahan Dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan hunian layak bagi masyarakat dinantikan segera.
Tuntutan itu menyeruak dalam forum diskusi Berani Bicara, yang digelar di Rumah Besar Gatot Kaca, Jalan Pattimura 11, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 6 Agustus 2025.
Dalam forum bertajuk “Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak” itu, hadir sebagai narasumber Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, Tenaga Ahli Utama PCO Dedek Prayudi, dan Ketua Umum REI 2019-2023 Paulus Totok Lusida.
Ketua Umum Relawan Gatot Kaca Prabowo Gibran, Indra Simarta menjelaskan, forum diskusi yang diinisiasi pihaknya tersebut dalam rangka mendapat penjelasan mendalam dari pemerintah, terkait dengan kepastian program hunian layak untuk masyarakat dari pemerintah.
“Kita buka pikiran, dialog, diskusi dan bisa sharing. Kita harapkan semuanya itu bisa lebih jelas,” ujar Indra.
Indra menyatakan, masyarakat ingin mendapat informasi atau pengetahuan yang tidak terpublikasi ke khalayak umum, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nasional.
“Saya yakin nanti Pak Wamen bisa menjelaskan lebih detail. Mudah-mudahan semuanya akan jadi jelas,” ujar Indra.
Wujudkan Janji Prabowo Tiga Juta Rumah
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memprioritaskan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto terkait tiga juta rumah untuk rakyat, meskipun dari pendataan ada lebih dari 30 juta keluarga yang tak memiliki hunian, hal tersebut disampaikan Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah.
Fahri menjelaskan, berdasarkan pendataan internal Kementerian PKP terdapat dua kategori keluarga masyarakat yang memerlukan dukungan pemerintah, untuk mendapatkan akses hunian layak.
“Di dalam backlog (daftar prioritas) lama, dihitung itu cuma dua jenis, (yaitu) rumah ini tidak layak atau orang itu tidak punya rumah,” ujar Fahri.
Dari dua kategori itu, jumlah keluarga yang belum memiliki hunian karena saat dicek ke lapangan mereka tinggal di rumah orang lain, jumlahnya lebih banyak ketimbang keluarga yang masuk kategori sudah memiliki rumah tetapi tidak layak huni.
“Kalau orang itu mengatakan ini bukan rumah saya, dan saya tidak punya rumah di tempat lain, tidak punya tanah di tempat lain, ini masuk backlog. Jumlahnya 39,8 juta keluarga yang diidentifikasi tidak punya rumah dan memerlukan rumah,” katanya.
Sementara Fahri menyebutkan, untuk masyarakat yang memiliki rumah tetapi ketika dicek langsung ke lokasi ternyata termasuk tidak layak huni, jumlahnya juga cukup besar.
“Rumah tidak layak, waktu dimasukin rumahnya yang tidak layak itu, ini backlog kepemilikan. Ada 20,9 juta rumah yang tidak layak yang waktu ditanya orang di dalamnya dia bilang, ya ini rumah saya,” kata Fahri.
Namun, dia menegaskan untuk sekarang ini Kementerian PKP masih berfokus pada realisasi janji kampanye Presiden Prabowo ketika pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kemarin. Di mana diperlukan pemberian rumah layak kepada tiga juta keluarga yang membutuhkan.
“Memang diucapkan dalam kampanye. (Ada) satu juta di desa, satu juta di kota, dan satu juta di pesisir,” jelas Fahri.
Acara diskusi diakhiri dengan pemberian cindera mata oleh Ketua Umum Relawan Prabowo Gatotkaca Indra Simarta kepada Pembicara Wakil Menteri Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, Tenaga Ahli Utama PCO Dedek Prayudi, dan Ketua Umum REI 2019-2023 Paulus Totok Lusida.







Komentar