Gubernur Provinsi Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen bersama Juru Bicara Mari-Yo, M. Rifai Darus di Jakarta, Rabu (08/10/25)
Jakarta(B-Oneindonesia.com)-Setelah hampir 3 tahun dipimpin oleh seorang penjabat. Kini, pemerintahan Provinsi Papua kini memiliki gubernur dan wakil gubernur yaitu Mathius D Fakhiri/Aryoko Rumaropen. Pasangan ini dinyatakan menang pada PSU.
Sebelumnya, tiga tahun terakhir roda pemerintahan di Provinsi Papua dipimpin oleh tiga Pj Gubernur. Pertama, Ridwan Rumasukun, dengan masa jabatan 5 September 2023-5 Agustus 2024. Lalu, pada 5 Agustus 2024-7 Juli 2025 dipimpin oleh Ramses Limbong. Setelah itu, pada 7 Juli 2025 dipimpin oleh Agus Fatoni.
Adapun pejabat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua sebelumnya yaitu almarhum Gubernur Lukas Enembe dan wakilnya Klemen Tinal. Keduanya menjabat dua periode, pada periode pertama tahun 2013-2018. Lalu periode kedua tahun 2018-2023. Adapun Gubernur Papua terpilih, Mathius D Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen dilantik pada Rabu (8/10), di Jakarta.
Dalam program 100 hari kerja sebagaimana yang saat ini masih hangat harapan masyarakat di Papua adalah konsolidasi secara politik.
Gubernur Provinsi Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) mengajak seluruh masyarakat Papua untuk kembali bersatu dan bersama-sama membangun tanah Papua pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Ajakan tersebut disampaikan pasangan Mari-Yo dalam acara syukuran bersama tim koalisi dan pendukung Mari-Yo direstoran di bilangan Jakarta Pusat, Rabu 8 Oktober 2025 malam.
Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh tahapan Pilkada dengan aman dan lancar.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena seluruh rangkaian Pemilukada Provinsi Papua dari 2024 hingga 2025 dapat berjalan dengan baik. Pada 8 Oktober kami resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua masa jabatan 2025–2030,” ujar Fakhiri didampingi Wagub Aryoko dan Juru Bicara Mari-Yo, M. Rifai Darus.
Fakhiri menegaskan, masa kontestasi politik telah usai dan saatnya seluruh elemen masyarakat, termasuk para pendukung dan tim pemenangan, bersatu membangun Papua tanpa sekat perbedaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan semua pihak untuk kembali membangun tali silaturahmi dan kebersamaan. Tidak ada lagi sekat, karena sekarang kami adalah Gubernur dan Wakil Gubernur untuk semua rakyat Papua,” jelasnya.
Fakhiri juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang mungkin merasa tersinggung selama masa kampanye dan kompetisi Pilkada.
“Atas nama pribadi, tim pemenangan, dan relawan, kami mohon maaf jika ada perkataan atau tindakan yang menyinggung pihak lain. Semoga permohonan maaf ini diterima, dan mari kita bergandengan tangan membangun Papua yang lebih baik,” ujarnya.
Gubernur Fakhiri bersama jajarannya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mempercepat program pembangunan di Papua.
“Kami akan melakukan pertemuan dengan kementerian dan lembaga, termasuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua yang dibentuk Presiden, untuk menyinergikan langkah pembangunan,” jelasnya.
Disinggung soal program prioritas 100 hari kerja pertamanya, Fakhiri menegaskan bahwa dirinya dan Aryoko akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan dan kesehatan, yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan Papua.
“Kami ingin memperkuat pembangunan SDM Papua, terutama melalui pendidikan dan kesehatan. Setelah itu, kami akan melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Dirinya juga mengatakan akan segera melakukan evaluasi Birokrasi dan Tata Kelola Keuangan terhadap struktur organisasi pemerintahan provinsi, termasuk hasil kerja para pejabat sebelumnya.
“Saya akan bekerja sama dengan orang-orang yang mau bekerja sama dengan saya. Tidak ada orang saya atau kelompok tertentu. Semua harus profesional sesuai bidangnya,” tegasnya.
Selain itu, ia menaruh perhatian besar terhadap tata kelola keuangan daerah, agar penggunaan anggaran dapat tepat sasaran dan akuntabel.
“Kami harus mengelola keuangan daerah dengan baik dan benar. Dana yang diberikan negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat Papua,” tandasnya.
Fakhiri juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, ia akan memulai agenda kerja pemerintahan baru di triwulan terakhir tahun 2025.







Komentar