Inhil (B-Oneindonesia.com) – Ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada Jumat (2/1/2026) petang. Semburan api mencapai ketinggian sekitar 15 meter, membuat warga panik dan mengganggu arus lalu lintas di jalan lintas timur Sumatera.
Meski kejadian ini menimbulkan kepanikan, laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa. Hal ini dikarenakan jalur pipa berada sekitar 500 meter dari permukiman warga. Pihak kepolisian dan petugas TGI segera melakukan penyekatan arus gas untuk memadamkan api dan mencegah terjadinya ledakan lanjutan.
1. Potensi Penyebab Ledakan Menurut Pakar Migas
Pakar minyak dan gas asal Riau, Eng Ir Muslim, memberikan analisis ilmiah terkait potensi penyebab ledakan tersebut. Menurutnya, kegagalan pipa gas biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dan eksternal. Dari segi teknis, korosi menjadi faktor dominan terutama pada pipa yang tertanam di tanah.
“Korosi merupakan penyebab paling dominan, terutama pada pipa yang tertanam di dalam tanah. Faktor pemicunya antara lain penuaan pipa, kegagalan inspeksi dan pemeliharaan, lingkungan tanah yang agresif, serta kerusakan coating atau pelapis pipa,” jelas Muslim saat ditemui di Pekanbaru, Sabtu (3/1/2026).
2. Faktor Mekanis dan Aktivitas Manusia
Selain korosi, kerusakan mekanis juga menjadi faktor signifikan. Dinding pipa dapat menipis akibat benturan alat berat seperti excavator atau tekanan beban yang berlebihan di atas jalur pipa. Aktivitas manusia yang tidak terkontrol, seperti penggalian tanpa koordinasi dengan pihak TGI atau vandalisme, juga bisa memicu kebocoran gas.
Muslim menambahkan, faktor alam seperti pergeseran tanah, erosi, atau banjir juga bisa mempercepat kerusakan pipa dan menimbulkan risiko ledakan. Kombinasi faktor teknis, mekanis, dan eksternal inilah yang biasanya menjadi pemicu utama insiden pipa gas di lapangan.
3. Pola Terjadinya Ledakan
Pakar Migas itu menjelaskan bahwa pola ledakan pipa gas cenderung mengikuti skema klasik. Gas yang bocor akan terakumulasi di udara, kemudian saat bertemu dengan sumber pemantik, terjadi ledakan hebat. Kondisi ini kemungkinan besar menjelaskan semburan api tinggi pada pipa gas di Inhil.
“Biasanya diawali kebocoran gas yang tidak terkendali. Kemudian gas terakumulasi dan bertemu sumber pemantik, sehingga terjadi ledakan hebat. Pola ini sangat mungkin menjelaskan kebakaran besar pada pipa gas di Inhil,” ujarnya.
4. Pentingnya Zona Aman dan Keselamatan Warga
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi penataan ruang di sekitar jalur pipa migas. Muslim menekankan bahwa permukiman warga tidak boleh berada di zona aman pipa. Sosialisasi berkala dan penerapan prosedur wajib sesuai peraturan sangat penting demi keselamatan publik.
“Pipa gas sangat rentan terbakar dan mudah meledak jika bocor. Penting bagi pemerintah daerah dan perusahaan untuk memastikan jarak aman antara pipa dan rumah warga,” tegas Muslim.













Komentar