Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Resmi Jabat Pangdam XVII/Cenderawasih dalam upacara sertijab yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Tongkat estafet kepemimpinan Kodam XVII/Cenderawasih resmi beralih kepada Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut kini menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P, dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si, di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru dalam upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya.
Febriel juga tercatat sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Halilintar. Salah satu job desk-nya yatu menertibkan penambangan tanpa izin di kawasan hutan. Pada 25 Oktober-4 November 2025 Satgas pimpinan Febriel menindak empat perusahaan tambang ilegal di kawasan hutan Morowali, Sulawesi Tengah.
“Dalam operasi tersebut, tim berhasil mengamankan 11 truk bermuatan nikel milik PT JJA dan 9 truk milik PT HGI, kedua perusahaan merupakan kontraktor tambang PT BMU. Kemudian hari berikutnya mengamankan kembali 9 truk milik PT MMP yang merupakan kontraktor tambang PT BCPM,” tulis siaran pers resmi Kementerian Kehutanan (5/11/2025).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja satuan.
“Rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk meningkatkan kompetensi dan efektivitas pelaksanaan tugas,” ujarnya .
Pemimpin Berpengalaman dengan Akar Teritorial Kuat, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14 Februari 1974, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dikenal sebagai sosok perwira dengan pengalaman teritorial yang luas.
Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dari kecabangan Infanteri, yang telah mengabdikan diri dalam berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI AD.
Sebelum dipercaya memimpin Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang telah menempati sejumlah jabatan penting, di antaranya sebagai Danrem 023/Kawal Samudera, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Waasops Panglima TNI serta Irdam XII/Tanjungpura.
Rekam jejak tersebut membentuk sosok karakter kepemimpinan yang matang, memimpin dengan hati, adaptif, dan berorientasi pada solusi di lapangan.
Misi Besar di Tanah Papua
Sebagai Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan wilayah yang memiliki kompleksitas tinggi.
Namun lebih dari itu, ia juga dihadapkan pada tantangan membangun kepercayaan masyarakat serta mendorong kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.
Wilayah Papua, bagi sosok Jenderal yang hambel dan humanis ini, bukan sekedar wilayah tugas, tetapi ruang pengabdian yang membutuhkan pendekatan humanis dan kolaboratif.
Dengan kepemimpinan yang tulus dari hati, kehadiran TNI diharapkan tidak hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan
Dengan pengalaman panjang serta pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan kedekatan dengan rakyat, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang diharapkan mampu membawa Kodam Cenderawasih semakin profesional, adaptif, dan dicintai masyarakat.
Pergantian kepemimpinan ini pun menjadi harapan baru bagi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Tanah Papua, sekaligus mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Profil Mayjen TNI Fabriel Buyung Sikumbang
Sebelumnya, Mayjen Febriel menjabat Perwira Staf Ahli Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI atau Pa Sahli Bid Polkamnas Panglima TNI.
Tugas dan fungsi Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Bidang Polkamnas bertugas, kajian dan analisis terkait politik nasional, telaha di bidang keamanan nasional, masukan strategis kepada Panglima TNI dalam pengambilan keputusan. Posisi ini berperan sebagai think tank atau penasehat internal Panglima TNI.
Ia menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim yang dimutasi ke jabatan baru, Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi Lemhannas.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan mutasi adalah hal biasa. Namun, keputusan tersebut tetap melalui pertimbangan matang. Mulai dari kebutuhan organisasi hingga kesiapan perwira.
“Mutasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Lahir di Makassar, ditempa dari bawah
Febriel Buyung Sikumbang lahir di Makassar, 14 Februari 1974. Ia dikenal sebagai perwira dengan latar belakang kuat di satuan tempur.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1995 ini berasal dari kecabangan Infanteri (Kostrad).
Ia juga memiliki latar belakang keluarga campuran Minangkabau dan Toraja. Hal ini membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas namun adaptif.
Perjalanan karier Febriel terbilang lengkap.
Ia pernah menduduki berbagai posisi penting di TNI AD. Di antaranya:
Danton Yonif Linud 501/Kostrad
Danyonif 700/Raider
Dandim
Waasops Kasdiv 2/Kostrad
Danbrigif Linud 18/Trisula
Asops Kasdam V/Brawijaya
Danrem 023/Kawal Samudera
Danrem 161/Wira Sakti
Waasops Panglima TNI
Irdam XII/Tanjungpura
Pada 2023, ia resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu. Kariernya terus menanjak hingga kini dipercaya memimpin wilayah strategis di Papua.
Sosok tegas di lapangan
Nama Febriel makin dikenal publik saat memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Tambang (PKH) Halilintar.
Operasi besar dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah. Targetnya adalah aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan.
Tim yang dipimpinnya bergerak cepat. Penindakan dilakukan langsung di lapangan.
Hasilnya:
14 alat berat diamankan
12 ekskavator dan 2 buldoser disita
Sejumlah peralatan tambang disegel
9 operator dan 1 terduga pemilik diamankan
Luas kawasan yang ditertibkan mencapai 315,48 hektare.
Potensi kerugian negara diperkirakan hingga Rp12,9 triliun.
Operasi ini menunjukkan gaya kepemimpinan Febriel. Tegas, cepat, dan berorientasi hasil.
Pendidikan
Selain pengalaman lapangan, Febriel juga ditempa melalui pendidikan militer berjenjang. Riwayat pendidikannya antara lain:
SMA Negeri 2 Ujung Pandang
Akademi Militer (1995)
Seskoad (2010)
Sesko TNI (2018)
Lemhannas RI (2022)
Ia juga mengikuti berbagai pendidikan spesialis.
Seperti Dik Para, Free Fall, hingga kursus kepemimpinan militer.
Kombinasi pendidikan dan pengalaman membuatnya dinilai matang. Baik secara taktis maupun strategis.
Tantangan baru di Papua
Penunjukan sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih bukan tugas ringan. Wilayah Papua memiliki dinamika keamanan yang kompleks. Mulai dari aspek geografis hingga sosial. Sebagai Pangdam, Febriel akan memimpin operasi teritorial. Sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kepercayaan ini menjadi bukti kapasitasnya. Sekaligus tantangan baru dalam karier militernya.
Kebanggaan Makassar
Bagi masyarakat Makassar, sosok Febriel menjadi kebanggaan tersendiri. Ia adalah contoh putra daerah yang sukses meniti karier di tingkat nasional.
Dengan rekam jejak panjang dan prestasi nyata. Kenaikan jabatan ini juga menjadi simbol kepercayaan negara.
Atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama ini. Kini, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang melangkah ke panggung yang lebih besar.













Komentar