Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri pertemuan bersama para purnawirawan TNI dalam rangka memperkuat sinergi pertahanan negara, yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi tersebut dihadiri Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta purnawirawan dari tiga matra. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI aktif dengan para purnawirawan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program penguatan postur TNI, baik dari aspek organisasi, modernisasi, maupun pengembangan sumber daya manusia guna mewujudkan kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.
Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan dan pandangan strategis dari para purnawirawan yang memiliki pengalaman dan wawasan luas di bidang pertahanan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan strategis pertahanan negara dalam menghadapi dinamika tantangan global dan regional yang terus berkembang.
Para purnawirawan menyambut baik pertemuan tersebut dan memberikan berbagai masukan konstruktif guna mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara yang semakin tangguh.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan mantan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan dari masa ke masa
Terlihat hadir Wiranto, Agum Gumelar, Yudo Margono, Agus Suhartono, Djoko Suyanto, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, dan lain-lain. Termasuk juga yang menjabat saat ini.
Mulai dari Menko Polkam Djamari Caniago, Dudung Abdurachman, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, hingga KSAD, KSAL, dan KSAU.
Meski pertemuan bersifat tertutup, tapi pertemuan itu saja sudah ada pertanda kekompakan di antara para petinggi TNI yang saat ini aktif, dengan para purnawirawan yang menjabat di masanya.
Rasanya di masa lalu, pertemuan semacam ini tak pernah terjadi. Tapi memang, di masa lalu situasi seperti saat ini, di mana perang terjadi di berbagai dunia, juga tak pernah terjadi.
Harus diakui, sikap sportif seorang tentara ini jauh melebihi profesi manapun. Meski mereka berbeda sikap politik dan mungkin juga partai politik, tapi kalau sudah terkait negara, akan ditinggalkan dulu.
Yang sedang menjabat harus dihormati. Tak peduli senior atau junior. Semua ikut dan patuh di belakang. Ditambah sikap Presiden Prabowo, yang memang ingin merangkul semua. Semoga strategi pertahanan kita semakin baik dari masa ke masa.











Komentar