Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri Rapat Pimpinan TNI/Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2016).
Jakarta (B-Oneindonesia.com) – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace di wilayah konflik, seperti Gaza.
Pernyataan ini disampaikan Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Maruli mengatakan saat ini proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian tersebut masih terus berjalan.
Ia mengatakan penentuan kebutuhan personel akan ditetapkan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengkoordinasikan misi di Gaza, kemudian diteruskan kepada Markas Besar TNI dan Mabes Angkatan Darat.
“Itu kan masih terus berjalan ya. Jadi, kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu nanti ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” jelas Maruli.
Meski lokasi penugasan belum dipastikan, Maruli memastikan persiapan awal di internal TNI AD mulai dilakukan. Para personel yang disiapkan difokuskan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan.
Terkait lokasi penugasan, Maruli menekankan bahwa keputusan pengiriman pasukan ke Gaza atau Lebanon bukan berada di tangan TNI AD.
“Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya penyiapan pasukan saja,” katanya.
Maruli juga menambahkan bahwa jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum final. Kekuatan pasukan yang disiapkan bisa mencapai satu brigade.
“Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujar Maruli.
Ia juga menambahkan belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan akan dilakukan.







Komentar