Jakarta(B-Oneindonesia.com) – Lembaga Survei Celios merilis hasil survei yang membuat Menteri Bahlil Lahadia harus melakukan evaluasi besar-besaran. Pasalnya, Bahlil dinilai survei tersebut dengan nilai paling jemblok
Peneliti Lembaga Survei Celius membeberkan data hasil penelusuran di lapangan, bahwa Menteri Bahlil dengan skor nilai paling buncit sehingga layak untuk didongkel oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Peringkat pertama yang harus di-reshuffle itu Bahlil,” ujar Peneliti Celios, Media Wahyudi Askar pada Rabu 22 Oktober 2025.
Dalam survei tersebut, para responden diminta untuk memilih tiga menteri terbaik dan tiga menteri terburuk di Kabinet Merah Putih. Nilai dari masing-masing kategori kemudian dihitung sebagai poin plus untuk penilaian positif dan poin minus untuk penilaian negatif.
Dari hasil survei masyarakat umum, Bahlil memperoleh skor -1320, yang menandakan hampir seluruh responden menilai kinerjanya paling buruk selama satu tahun terakhir. Sementara dalam survei terhadap jurnalis, ia meraih nilai 151 dari jumlah 120 responden, menempatkannya sebagai menteri dengan citra terendah di mata media.
Media Wahyudi menegaskan bahwa hasil ini murni mencerminkan pandangan publik.
“Data yang kami sajikan bukan opini Celios maupun penulis, melainkan hasil pengumpulan dan pengolahan suara masyarakat melalui metode penelitian yang kami gunakan,” jelasnya.
Survei tersebut dilakuan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan metode expert judgement dengan melibatkan 120 jurnalis dari 60 media nasional, sedangkan tahap kedua dilakukan terhadap 1.338 responden dari kalangan masyarakat umum yang tersebar di wilayah perkotaan dan perdesaan. Pengumpulan data berlangsung pada 30 September hingga 13 Oktober 2025.
“Saya coba, saya baca dulu ya. Saya belum baca,” kata Bahlil dikutip Selasa (21/10/2025). “Semuanya baik. Semuanya baik ya.”
Menurut dia, Presiden Prabowo pun sudah memberikan evaluasi kepada seluruh anggota kabinet dalam Rapat Paripurna, Senin lalu. Dalam pertemuan tersebut, dia mengklaim, presiden juga menyoroti sejumlah isu terkait kementerian ESDM. Beberapa di antaranya terkait energi, investasi, dan penataan tambang ilegal.
“Saya pikir banyak hal dan sangat luar biasa pemaparan dari bapak presiden. Dan arahan dari bapak presiden kepada kami, para menteri,” kata Bahlil.













Komentar