Agus Jabo Sebut Serakahnomics Musuh Utama Bangsa Indonesia di Masa Kini dalam acara peluncuran Kepengurusan Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang digelar di Clay Caffee, Jakarta, Sabtu (11/10).
Jakarta(B-Oneindonesia.com)- Ketua Umum Partai PRIMA Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa konsep ‘Serakahnomics’ merupakan musuh utama bangsa Indonesia pada masa kini. Agus Jabo juga memuji semangat para aktivis muda LMND yang dinilainya memiliki ideologi kuat dan semangat perjuangan tinggi.
Hal ini disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri acara peluncuran Kepengurusan Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang digelar di Clay Caffee, Jakarta, Sabtu (11/10).
“Saya tidak menduga anak-anak muda LMND seideologis ini. Melihat kalian, api semangat perjuangan saya menyala kembali,” kata Agus Jabo, Sabtu (12/10/2025).
Agus Jabo menilai generasi muda LMND memiliki energi, ketajaman berpikir, serta keberanian untuk melanjutkan cita-cita para leluhur bangsa. Dia juga menekankan bahwa LMND harus menjadi pilar utama bagi Partai Rakyat Adil dan Makmur (PRIMA) dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kemandirian bangsa.
Agus Jabo mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dan ideologis dengan para leluhur bangsa. Menurutnya, salah satu taktik penjajahan Barat adalah memutus ikatan generasi muda dengan sejarah dan nilai-nilai perjuangan pendahulu mereka.
“Kita tidak boleh lepas dari leluhur-leluhur kita. Dari merekalah kita mewarisi keberanian, kemandirian, dan martabat bangsa,” tuturnya.
Dia menilai perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah di masa lalu sejatinya adalah bentuk awal perlawanan terhadap sistem Serakahnomics yang kini hadir dalam bentuk baru melalui dominasi modal dan utang asing.
“Dulu penjajah datang membawa senjata, sekarang mereka datang membawa modal dan utang. Tapi hakikatnya sama, merampas kekayaan bangsa,” tambahnya.
Agus Jabo menjelaskan istilah Serakahnomics merujuk pada sistem ekonomi rakus yang menindas rakyat dan berakar sejak masa kolonial, sebagaimana sebelumnya juga disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pelopor Serakahnomics itu adalah VOC. Dari sanalah pola eksploitasi sumber daya alam dan manusia dimulai. Setelah kemerdekaan, sistem itu berganti rupa, tapi semangat kerakusannya tetap sama,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa saat ini Serakahnomics termanifestasi dalam tiga kekuatan besar, yaitu Imperialisme asing, yang masih menguasai sumber daya alam Indonesia. Oligarki, segelintir keluarga kaya yang menguasai tanah, tambang, dan perkebunan untuk kepentingan pribadi. Birokrasi korup yang menyelewengkan anggaran negara demi memperkaya diri.
“Bayangkan, 56 juta hektar tanah bersertifikat hanya dikuasai oleh 60 keluarga. Itu bukan sekadar ketimpangan, itu kejahatan ekonomi terhadap rakyat,” tegasnya.
Agus Jabo pun mendukung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mengaudit serta mengambil kembali tanah-tanah tersebut demi kepentingan negara.
Menurut Agus Jabo, cara paling efektif melawan Serakahnomics adalah dengan kembali pada ajaran Trisakti Bung Karno: Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Pasal 33 UUD 1945 adalah hantu bagi kaum Serakahnomics. Ia menolak kapitalisme, liberalisme, dan imperialisme,” ujarnya.
Agus Jabo juga menyerukan kepada LMND dan seluruh gerakan mahasiswa untuk berani terlibat dalam perjuangan politik demi perubahan sistemik.
“Perjuangan tertinggi adalah perjuangan politik. Jika kita ingin mengubah sistem, maka harus menggunakan partai politik sebagai wadah perjuangan rakyat,” katanya.
Menutup pidatonya, Agus Jabo menyerukan kepada generasi muda agar menjadi pejuang tangguh yang berani melawan ketidakadilan dan kerakusan ekonomi.
“Anak muda harus berani! Karena kita dilahirkan untuk berbakti kepada ibu pertiwi,” serunya.
Dia mengajak LMND dan kaum muda Indonesia untuk bersatu melawan Serakahnomics dan membangun Indonesia yang adil, makmur, serta berdikari.
“Mari kita bersatu, mari kita berjuang, usir Serakahnomics dari bumi pertiwi ini. Menangkan Pancasila, bangun Indonesia yang berdikari, adil, dan makmur,” ajaknya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum EN-LMND Muhammad Isnain Mukadar (Wale), menjelaskan bahwa peluncuran pengurus baru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi di tingkat nasional.
“Kita memperkenalkan pengurus baru 2025–2027 yang formasinya mencakup berbagai departemen, termasuk internasional dan ekonomi. Seperti yang disampaikan oleh Bang Agus Jabo, perjuangan kita harus berpihak pada rakyat dengan melawan sistem yang menindas,” ujar Wale seusai acara.
Ia menambahkan bahwa struktur kepengurusan baru akan melibatkan perwakilan dari berbagai daerah.
“Total keseluruhan DPD dan DPC yang kita miliki di berbagai wilayah ada sekitar 62. Hari ini saja ada sekitar 200–300 kader yang hadir dari berbagai basis, mulai dari wilayah Pulo, Pantai DKI, hingga Banten. Kami juga melibatkan kalangan pelajar SMA dan SMP, serta komunitas musik dan seni yang memiliki semangat perjuangan yang sama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wale menjelaskan bahwa kepengurusan baru ini akan berfokus pada konsolidasi dan penguatan basis organisasi di berbagai daerah.
“Kita sedang menata kembali struktur organisasi untuk jangka waktu dua tahun ke depan, bahkan lebih. Harapan kami, seluruh program yang disepakati dalam kongres kemarin dapat dijalankan dengan baik, bersama Partai PRIMA, demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Saat ini kita bersepakat untuk bersama-sama melawan kaum serakah,” jelasnya.







Komentar